Hossein Akbari, duta besar Iran di Damaskus, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa Mousavi berada di kedutaan sebagai diplomat dan dia terbunuh oleh rudal yang ditembakkan Israel setelah pulang kerja.
Pembunuhan itu menunjukkan kelemahan Israel, menurut Presiden Iran Ebrahim Raisi.
“Tindakan ini merupakan tanda frustrasi dan kelemahan rezim Zionis di wilayah tersebut dan mereka pasti akan menanggung akibatnya,” kata Raisi.
“Rezim Zionis yang perampas kekuasaan dan biadab akan membayar kejahatan ini,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada TV pemerintah.
Baca Juga: Menteri Pertahanan Finlandia Menyatakan Bahwa Negaranya Akan Memasuki Perang Dingin Melawan Rusia
Nasser Kanaani, juru bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan kepada TV pemerintah, "Iran berhak mengambil tindakan yang diperlukan untuk menanggapi tindakan ini pada waktu dan tempat yang tepat."
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: beritasenator.com
Artikel Terkait
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global