Azan Berkumandang Kembali di Aceh, Usai Bencana dan Aksi Bersih-Bersih PLN

- Jumat, 02 Januari 2026 | 19:06 WIB
Azan Berkumandang Kembali di Aceh, Usai Bencana dan Aksi Bersih-Bersih PLN

Suara azan akhirnya kembali terdengar di Aceh. Setelah sebulan sunyi, hiruk-pikuk warga menuju masjid untuk salat Jumat pertama di tahun ini, Jumat (2/1), menjadi pemandangan yang mengharukan. Rasanya seperti napas baru bagi Serambi Makkah.

Memang, situasinya sangat berbeda dengan kondisi akhir November lalu. Kala itu, banjir bandang dan tanah longsor datang menghantam, meninggalkan kehancuran yang luar biasa. Rumah-rumah porak-poranda, jalan terputus, dan yang tak kalah menyedihkan, tempat-tempat ibadah ikut menjadi korban. Banyak masjid terendam lumpur, listrik padam, dan pengeras suara tak lagi berkumandang.

Nah, dalam situasi seperti itu, PLN bergerak cepat. Fokus utama tentu memulihkan jaringan listrik yang rusak parah. Tapi di sela-sela tugas berat itu, tim di lapangan punya inisiatif lain: membersihkan dan membenahi sarana ibadah yang rusak.

Sejak Selasa (16/12/2025), lebih dari 140 relawan dari berbagai daerah di Indonesia diterjunkan. Mereka bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Tugasnya ganda: mengeruk material lumpur yang membandel sekaligus memeriksa keamanan instalasi listrik di dalam masjid. Mereka turun dengan sekop dan selang air, bahu-membahu dengan warga setempat.

Aksi solidaritas ini dipusatkan di lima wilayah yang paling parah terdampak, yaitu Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah. Hasilnya? Sudah 15 masjid yang berhasil dipulihkan sepenuhnya.

“Bagi masyarakat Aceh, masjid itu bukan cuma tempat salat. Ia adalah urat nadi kehidupan dan simbol kebangkitan setelah bencana. Kami di PLN tidak bisa tinggal diam. Relawan kami kerahkan untuk menyisir titik-titik terdampak yang paling membutuhkan,” jelas Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Bantuan yang diberikan tidak berhenti di pembersihan fisik. PLN juga menyalurkan bantuan lain seperti Al-Quran, perlengkapan salat, paket sound system, bahkan sampai kubah masjid untuk yang rusak berat.

Kerinduan warga untuk beribadah berjemaah pun perlahan terobati. Sulaiman, salah seorang jemaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang, mengaku lega.

“Kami sudah coba bersih-bersih sendiri selama dua minggu, tapi alat seadanya ya percuma. Lumpur tebalnya susah diangkat. Ketika tim PLN datang bawa alat berat, baru deh kerjaan jadi cepat. Alhamdulillah, salat Jumat bisa kita laksanakan lagi di sini,” ujar Sulaiman.

Apresiasi serupa datang dari pengurus masjid lain. Rudi Muharram dari Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah mengucapkan terima kasih. Bantuan alat ibadah dan perbaikan fasilitas, katanya, telah membuat masjid mereka kembali ‘hidup’ dan ramai oleh jemaah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar