Mobil Pengantar Makanan Siswa Tabrakan di Jakarta Utara, 21 Orang Terluka

- Kamis, 11 Desember 2025 | 14:36 WIB
Mobil Pengantar Makanan Siswa Tabrakan di Jakarta Utara, 21 Orang Terluka

Kecelakaan yang melibatkan mobil pengantar Makanan Bergizi Gratis di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, Kamis pagi (11/12), ternyata tidak menelan korban jiwa. Kabar baik itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dari RSUD Koja siang tadi. Meski begitu, peristiwa ini tetap meninggalkan luka dan kecemasan.

Rano menyebut total ada 21 korban. “Total korban 21. Laki-laki 11, perempuan 9. Guru laki-laki 1,” ujarnya.

“Tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah semuanya selamat,” lanjut Rano. Namun begitu, kondisi beberapa korban cukup serius. “Tapi memang 5 orang memerlukan perawatan khusus, dan satu siswa harus operasi.”

Dari kelima orang yang masih dirawat itu, satu di antaranya adalah seorang guru yang mengalami patah kaki. “Beliau sadar. Insyaallah segera akan operasi,” jelasnya. Sementara untuk empat siswa lainnya, satu anak membutuhkan perhatian lebih karena ada benturan di area wajah. Sisanya mengalami luka-luka yang relatif tidak seberat itu.

Rano kemudian merinci kondisi siswa yang harus menjalani operasi. Setelah bertemu dengan dokter bedah, ia merasa lega.

“Tadi saya ketemu dokter bedah. Alhamdulilah kepala dan otaknya tidak apa-apa. Cuma dagunya harus melakukan ortopedi khusus,” ucapnya.

Korban lain yang sudah menjalani pemeriksaan rontgen dan dinyatakan tidak terlalu parah, sudah diizinkan pulang. “Yang lain, Insyaallah setelah rontgen sudah boleh pulang. Dan sudah bisa berobat jalan,” sambung dia.

Di sisi lain, Rano menegaskan bahwa semua biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah provinsi. Ia sudah meyakinkan pihak keluarga mengenai hal ini.

“Ini otomatis menjadi tanggung jawab Pemprov. Tadi kita meyakinkan pihak keluarga, itu menjadi tanggung jawab kami,” katanya tegas.

Tak cuma itu, Pemprov DKI juga akan memantau kondisi korban pasca kejadian. Rano sudah memerintahkan jajarannya untuk memastikan para korban kontrol ulang tiga hari setelah perawatan. “Kami akan monitor terus. Kita tidak mau setelah ini, kemudian kita lepas,” ujarnya.

Sementara proses penanganan korban berjalan, pihak kepolisian juga bergerak cepat. Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, yang hadir di lokasi yang sama, menyatakan sopir mobil sudah diamankan.

“Sopir sudah kita amankan di Polres Jakarta Utara. Sedang kita lakukan pemeriksaan,” kata Asep.

Penyebab kecelakaan masih diselidiki. Polisi telah melakukan olah TKP dan mendalami berbagai kemungkinan, mulai dari kelalaian hingga dugaan sopir yang mengantuk. Asep enggan berpraduga. “Saya tidak menduga-duga, nanti hasilnya akan disampaikan. Olah TKP langsung dilakukan,” ucapnya.

Untuk mendukung korban dan keluarga, Polda Metro Jaya punya rencana lain. Mereka akan mendirikan posko pelayanan dan yang tak kalah penting, menyiapkan sesi trauma healing bagi para siswa.

“Polda Metro Jaya akan membuat posko pelayanan bagi keluarga korban. Nanti akan dikoordinasikan dengan Kapolres Jakarta Utara dan Kabiddokes Polda Metro Jaya,” tutur Asep.

“Kita akan adakan trauma healing untuk siswa-siswi SD 01. Secepatnya akan dilaksanakan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar