Klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pertahanan udara Iran sudah hancur, tampaknya jauh dari kenyataan. Justru, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) malah mengumumkan keberhasilan baru mereka. Dua jet tempur canggih AS lagi berhasil ditembak jatuh. Salah satunya bahkan disebut-sebut sebagai F-35 siluman kedua.
Menurut pernyataan resmi IRGC pada Jumat lalu, sistem pertahanan udara mutakhir mereka berhasil menghantam sebuah F-35 di wilayah Iran tengah. Pesawat dari skuadron Lakenheath itu dilaporkan hancur total saat jatuh.
“Karena hancurnya pesawat secara total, nasib pilot masih belum diketahui,” begitu bunyi pernyataan mereka. Situasinya memang suram.
Sebelum kabar itu beredar, IRGC juga melaporkan insiden serupa di selatan. Sebuah jet tempur "canggih" lainnya menjadi sasaran di dekat Pulau Qeshm. Pesawat itu kemudian terjun bebas, jatuh ke perairan dalam Teluk Persia yang gelap.
IRGC dengan tegas menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk teguran. Sebuah jawaban langsung atas retorika Washington yang belakangan ini makin keras.
“Menyusul klaim palsu dari Presiden AS yang pembohong mengenai penghancuran total pertahanan udara IRGC, beberapa saat yang lalu sebuah jet tempur musuh canggih dihantam di selatan Pulau Qeshm,” demikian isi pernyataan yang dikutip dari Press TV. Aksi ini digambarkan sebagai hasil kerja sistem pertahanan udara modern Angkatan Laut mereka.
Artikel Terkait
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan