Rencana Rahasia Kanada: Siapkan Perang Gerilya Jika AS Invasi

- Kamis, 22 Januari 2026 | 12:50 WIB
Rencana Rahasia Kanada: Siapkan Perang Gerilya Jika AS Invasi

Bayangkan, Kanada harus menyusun rencana perang melawan tetangga terdekatnya: Amerika Serikat. Itulah yang sedang terjadi, menurut pengakuan seorang pejabat federal Ottawa pada hari Selasa lalu. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari seratus tahun, negara itu merancang strategi pertahanan nasional dengan skenario invasi dari selatan.

Pemicunya? Sebuah postingan provokatif dari mantan Presiden AS Donald Trump di media sosial Truth. Dia mengunggah gambar peta Kanada dan Greenland yang ditutupi bendera Amerika. Langsung saja, situasinya berubah.

Nah, masalahnya jelas. Kanada tahu betul mereka tak mungkin menang dalam perang konvensional melawan raksasa militer seperti AS. Kekuatan mereka tidak sebanding. Jadi, rencana yang disusun jauh dari gambaran pertempuran frontal antar pasukan.

Alih-alih, strateginya mengadopsi pola perang asimetris. Intinya, mengandalkan sel-sel kecil yang terdiri dari personel militer dan bahkan warga sipil terlatih. Kelompok-kelompok gerilya inilah yang akan jadi ujung tombak.

Mereka akan melakukan penyergapan mendadak. Melancarkan serangan drone dari tempat persembunyian. Atau, melakukan sabotase terhadap jalur logistik dan komunikasi pasukan invasi. Mirip taktik yang dulu dipakai kelompok Taliban di Afghanistan saat melawan Rusia, lalu AS dan sekutunya.

Seorang pejabat yang namanya dirahasiakan karena tak punya kewenangan bicara mengakui dengan jujur. Dalam skenario terburuk, titik-titik pertahanan kunci Kanada bisa jatuh hanya dalam hitungan dua hari sampai seminggu. Mereka akan kewalahan.

Meski begitu, semua pihak sepakat bahwa kemungkinan invasi semacam itu sangatlah kecil, hampir mustahil. Tapi, dalam dunia yang tak pasti ini, bersiap untuk skenario terburuk bukanlah hal yang berlebihan. Itu kewajiban.


Halaman:

Komentar