Kabarnya simpang siur. Dari Tel Aviv, klaim-klaim mengejutkan dilontarkan soal nasib Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Tapi dari Teheran? Sama sekali berbeda. Pihak berwenang Iran justru membalas dengan pernyataan tegas: Khamenei dalam keadaan "aman dan sehat". Mereka bahkan menuding ada upaya "perang mental" yang sengaja dilancarkan musuh untuk menciptakan kekacauan di tengah masyarakat.
Semua ini berawal dari pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sabtu lalu. Dalam sebuah video, Netanyahu dengan lantang mengklaim Israel telah menghancurkan kompleks kediaman Khamenei.
"Pagi ini kami menghancurkan kompleks tiran Khamenei," ujarnya.
Dia tak berhenti di situ. Netanyahu menyebut ada "banyak tanda" bahwa sang pemimpin Iran itu sudah tiada. Serangan itu, menurutnya, juga menewaskan sejumlah pejabat kunci: komandan Garda Revolusi, tokoh senior program nuklir. Netanyahu bahkan menyerukan warga Iran untuk turun ke jalan. "Membanjiri jalanan dan menyelesaikan pekerjaan," serunya.
Klaim ini kemudian diperkuat oleh seorang pejabat senior Israel yang berbicara secara anonim ke Reuters. Pejabat itu bersikeras jenazah Khamenei telah ditemukan.
Di sisi lain, militer Israel melaporkan serangan besar-besaran. Ratusan target di seluruh Iran diklaim dihantam, termasuk sistem pertahanan strategis dan tiga lokasi pertemuan para pemimpin. Beberapa tokoh senior disebutkan menjadi korban.
Gelombang rumor ini pun sampai ke Washington. Seorang jurnalis Fox News, mengutip pejabat AS, melaporkan pemerintah Amerika meyakini Khamenei dan lima hingga sepuluh pemimpin puncak Iran tewas dalam serangan awal tersebut. Presiden AS Donald Trump juga ikut angkat bicara, meski dengan kata-kata berhati-hati.
"Saya tidak ingin berkomentar tentang itu, tetapi rumornya, dan kabar yang beredar, adalah bahwa dia telah terbunuh," kata Trump kepada NBC News.
Ketika ditekan soal konfirmasi, dia menjawab, "Saya telah berbicara dengan banyak orang, dan kami yakin, kami merasa, kami merasa bahwa itu adalah berita yang benar."
Namun begitu, dari Iran datang bantahan beruntun yang tak kalah keras. Humas kantor Khamenei langsung bersuara lewat media pemerintah. Pesannya singkat tapi jelas: "Musuh menggunakan perang mental, semua harus waspada."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, lebih gamblang lagi saat diwawancarai Sky News. Dia menyatakan baik Khamenei maupun Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi baik-baik saja.
"Mereka semua selamat dan sehat," tegas Baghaei.
Kantor berita Tasnim dan Mehr bahkan memberitakan bahwa Khamenei masih memegang kendali dengan teguh. Dia dikabarkan "tetap mantap dalam memimpin medan perang". Pernyataan serupa datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam wawancara terpisah, dia membantah semua laporan kematian itu.
“Hampir semua pejabat selamat dan sehat. Kita mungkin kehilangan satu atau dua komandan, tetapi itu bukan masalah besar,” imbuhnya, mencoba meredam spekulasi.
Jadi, mana yang benar? Di tengah hiruk-pikuk informasi dan perang narasi ini, satu hal yang pasti: situasinya sangat mencekam. Masing-masing pihak bersikukuh pada versinya sendiri, sementara dunia menunggu kejelasan di balik kabut perang yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April