Gaza. Angka korban di pihak militer Israel terus bertambah. Baru-baru ini, juru bicara militer mereka mengakui fakta yang cukup mencengangkan: sejak awal 2025, sudah 151 tentara dan perwira yang tewas. Pengakuan ini sendiri disampaikan lewat Pusat Informasi Palestina pada Kamis lalu, tanggal 1 Januari.
Kalau dirinci, korban itu datang dari berbagai lapisan. Ada yang dari pasukan reguler, ada pasukan tetap, dan tak sedikit pula yang berasal dari barisan cadangan. Penyebab kematiannya pun beragam banget. Tidak semuanya gugur di medan tempur. Ada yang jatuh dalam operasi keamanan, tapi tak sedikit pula yang meninggal karena kecelakaan operasional atau lalu lintas. Bahkan, penyakit dan bunuh diri juga tercatat sebagai penyebabnya.
Menurut juru bicara militer Israel, angka 151 itu adalah catatan resmi korban jiwa mereka sepanjang tahun ini. Sebuah pengakuan yang cukup terbuka, meski tentu saja menyisakan banyak pertanyaan.
Namun begitu, ini bukan gambaran lengkapnya. Sebelumnya, pada Oktober lalu, Kementerian Perang Israel sudah lebih dulu merilis data yang lebih luas. Mereka mengklaim jumlah personel militer dan keamanan yang tewas sejak serangan 7 Oktober 2023 telah mencapai 1.150 orang. Klaim ini sempat dilaporkan oleh Channel 12 Israel.
Kementerian itu menjelaskan, angka yang hampir menyentuh 1.200 itu mencakup semua korban dari serangan 7 Oktober, plus perang panjang di Jalur Gaza. Belum lagi operasi-operasi militer mereka yang tersebar, mulai dari Lebanon hingga Tepi Barat. Sebuah periode yang penuh dengan konflik berdarah.
Artikel Terkait
Bentrokan Berdarah Guncang Iran, Enam Tewas dalam Gelombang Kerusuhan Terbaru
Gen Z dan Ancaman Gelombang Protes yang Bisa Menggoyang Pemerintahan Baru
Jalan Hilang, Akses Terputus: Bekas Amukan Banjir Bandang di Duo Koto Belum Pulih
Resolusi 2026: Hidup Panjang dan Bermakna Dimulai dari Hal-Hal Kecil