MURIANETWORK.COM - Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengancam akan menindak tegas aksi kekerasan dan tawuran yang mengatasnamakan kegiatan 'Sahur on The Road' (SOTR) selama bulan Ramadan di wilayah hukumnya. Pernyataan tegas ini disampaikan untuk mencegah penyalahgunaan momentum ibadah sebagai kedok aksi premanisme dan penganiayaan yang mengganggu ketertiban.
Larangan Tegas untuk Aksi Premanisme
Dalam penjelasannya, Kapolres Wikha menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi kelompok remaja yang membawa senjata tajam dengan dalih sahur bersama di jalanan. Ancaman ini bukan sekadar peringatan, melainkan komitmen operasional untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Kami akan menindak tegas para pelaku kekerasan, penganiayaan, dan tawuran, khususnya kelompok yang menggunakan senjata tajam berkedok Sahur On The Road. Tidak ada ruang bagi aksi premanisme di Kabupaten Bogor,” tegasnya di Cibinong, Selasa.
Artikel Terkait
Master Limbad Gigit Knalpot Brong Saat Razia di Cianjur
KSAD Berduka, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Penumpang Berhak Refund Jika Maskapai Batalkan atau Ubah Jadwal Penerbangan
Banjir Rendam Pondok Hijau Ciputat, Evakuasi dengan Perahu Karet Berlanjut