Politisi Desak Penegakan Hukum atas Intimidasi Petugas Kebersihan di Cengkareng

- Sabtu, 04 April 2026 | 12:30 WIB
Politisi Desak Penegakan Hukum atas Intimidasi Petugas Kebersihan di Cengkareng

Video itu beredar cepat di media sosial, memancing amarah banyak netizen. Tampak seorang petugas kebersihan, seorang perempuan bernama Dewi Astuti, mendapat perlakuan kasar dari sejumlah orang yang mengaku sebagai petugas keamanan. Lokasinya di Kompleks Taman Palem Lestari, Cengkareng. Padahal, Dewi sedang menjalankan tugasnya memungut sampah atas permintaan Ketua RT setempat.

Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR, tak tinggal diam. Politikus dari PDIP ini langsung menyoroti keras dugaan intimidasi tersebut. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan.

"Kami meminta polisi segera mengusut perbuatan sekelompok petugas keamanan, mereka tidak menunjukkan adab yang baik terhadap orang tua maupun perempuan,"

tegas Dede, Sabtu lalu.

Baginya, kasus semacam ini tidak boleh dianggap remeh. Kalau dibiarkan, bisa jadi preseden yang buruk bagi masyarakat.

"Bentuk intimidasi, apalagi dilakukan terhadap orang tua harus diusut tuntas. Kalau dibiarkan lama-lama kita enggak punya adab budi pekerti,"

tambahnya.

Menurut sejumlah saksi, kejadiannya sungguh memprihatinkan. Ketua RT setempat, Jethro, bahkan ikut dihalangi ketika berusaha membantu Dewi. Salah seorang dari kelompok itu konon mengaku dapat perintah dari lurah untuk melarang aktivitas bersih-bersih itu. Dalam video yang beredar, Dewi terlihat didorong hingga terjatuh. Sungguh tak pantas.

Tak terima dengan perlakuan itu, Dewi pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Barat. Laporannya sudah diterima dengan nomor LP/B/906/IV/2026/SPKT. Beberapa nama disebut dalam laporan itu terkait dugaan perbuatan tidak menyenangkan: Asdi, Suwanda, Setio, Udin, Saamin, dan Sarifudin.

Sekarang, semua mata tertuju pada proses hukum selanjutnya. Masyarakat menunggu tindakan tegas, bukan sekadar wacana. Kasus ini sudah terlanjur menyakitkan hati banyak orang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar