Udara di Bandara Soekarno-Hatta Sabtu malam itu terasa berat. Kepergian tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, meninggalkan duka yang dalam. Bukan hanya bagi keluarga, tapi bagi seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Di sela-sela kesibukan, ia menyampaikan perasaan kehilangan yang amat besar.
"Jadi kami hari ini berduka. Tiga anggota kita gugur. Untuk tiga orang ini kami sangat kehilangan," ucapnya, suaranya terdengar penuh penghargaan.
Ia menegaskan, ketiganya bukan prajurit biasa. Mereka adalah hasil seleksi ketat, putra-putra terbaik bangsa yang diutus untuk mewakili Indonesia di kancah dunia.
"Mereka adalah putra-putra terbaik kami yang kami pilih untuk berangkat dalam penugasan peacekeeping," tutur Maruli.
Sayangnya, kabar duka itu belum sepenuhnya jelas. Masih ada laporan lain yang membuat hati semakin cemas. Beberapa prajurit lainnya dikabarkan terluka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi mereka bagaimana, belum bisa dipastikan.
"Termasuk juga kami mendengar ada laporan, namun kami masih belum dapat memastikan kondisi terakhirnya. Ada beberapa yang dirawat di rumah sakit, dan di antaranya dua orang dari Angkatan Darat," jelasnya lebih lanjut.
Menanggapi musibah ini, TNI tentu tak tinggal diam. Menurut KSAD, koordinasi intensif sudah dilakukan dengan Kementerian Pertahanan dan berbagai pihak terkait. Tujuannya jelas: mencari kejelasan soal kronologi insiden memilukan tersebut.
"Mudah-mudahan tindak lanjut penyelesaian ini sudah direncanakan oleh TNI, Kementerian Pertahanan, dan negara, sehingga semakin jelas bagaimana peristiwa ini terjadi," pungkas Jenderal Simanjuntak.
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan ketiga prajurit itu gugur akibat ledakan ranjau. Insiden terjadi dalam rentang 29 hingga 30 Maret 2026, saat mereka menjalankan tugas sebagai Satgas UNIFIL di Lebanon.
Mereka yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Nama-nama yang kini dikenang sebagai pahlawan perdamaian.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan saat Iduladha 2026, Waspada Hujan Ringan di Malam Hari
Anwar Ibrahim Terima Undangan Kunjungan Kenegaraan ke Iran, Bahas Perdamaian Kawasan
Pemerintah Perluas Uji Coba Digitalisasi Bansos ke 42 Kabupaten/Kota Mulai Juni 2026
KPK Periksa Tiga Hakim Terkait Suap Eksekusi Lahan Tapos Depok