Jakarta – Komitmen Indonesia untuk mendukung Palestina kembali ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, pernyataan itu disampaikan di Islamabad, dalam sebuah pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Selasa lalu. Fokus utamanya tetap pada situasi kemanusiaan yang memilukan di Gaza.
Menurut sejumlah saksi yang memantau secara daring, Prabowo dengan jelas menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia diselaraskan untuk mendukung perjuangan tersebut. Ia menegaskan, sikap ini tidak akan berubah.
"Kami punya prinsip yang sama, khususnya soal Palestina, soal Gaza," ujar Presiden.
"Para menteri luar negeri kami terus berkomunikasi dengan erat. Dan kami akan selalu berusaha, akan selalu mempertahankan sikap bersama dalam hal ini."
Dukungan itu bukan sekadar pernyataan. Prabowo juga menyinggung soal pentingnya mencari solusi nyata untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan itu. Dengan memperkuat hubungan diplomatik khususnya dengan negara-negara yang sepaham seperti Pakistan Indonesia berharap upaya perdamaian bisa lebih meluas dan membuahkan hasil. Harapannya jelas: perdamaian yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi rakyat Palestina.
"Sekali lagi, kami tidak akan goyah. Dukungan kami untuk solusi dua negara bagi Palestina tetap kuat. Ke depan, saya merasa sangat optimistis," tambahnya.
Di sisi lain, kunjungan resmi ini ternyata juga menghasilkan kerja sama yang lebih konkret. Di kediaman resmi Perdana Menteri Pakistan, Prabowo dan Shehbaz Sharif menyaksikan langsung penandatanganan tujuh nota kesepahaman.
Kerja sama itu mencakup berbagai bidang. Mulai dari pendidikan tinggi, beasiswa "Indonesian Aid Scholarship", hingga perdagangan dan sertifikasi produk halal. MoU bidang halal ini cukup signifikan, mengingat Indonesia dan Pakistan adalah negara dengan populasi muslim terbesar pertama dan kedua di dunia.
Proses penandatanganan dilakukan oleh para menteri dari kedua negara, menandai babak baru dalam hubungan bilateral. Kunjungan ini, meski singkat, terlihat cukup padat dan berorientasi pada hasil. Tidak hanya soal solidaritas, tetapi juga membangun kerangka kerja sama yang saling menguntungkan untuk masa depan.
Artikel Terkait
Warga Bone Sulap Dusun Sulilie Jadi ‘Kampung Piala Dunia’ Sambut Piala Dunia 2026
Alibi Palsu Suami Pembunuh Istri di Makassar Terbongkar, Luka Ditubuhnya Rekayasa Sendiri
FK Unhas Lantik Empat Wakil Dekan dan Ketua GPM-PR Periode 2026–2030
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Ratusan Pasien RSUD Sulbar Dievakuasi ke Area Terbuka