Gelombang digitalisasi yang melanda negeri ini tak pelak mengubah cara kita berbelanja. Semua serba online. Dan perubahan ini memaksa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk cepat-cepat menyesuaikan diri. Kalau nggak, bisa ketinggalan kereta.
Namun begitu, bagi banyak pelaku UMKM, perubahan ini justru membawa angin segar. Omzet mereka naik. Tapi, tentu saja, keuntungan itu baru terasa setelah mereka paham betul strategi mengoptimalkan produk dan konten di platform digital. Nah, kemampuan itulah yang coba dibangun melalui pelatihan daring Kampus UMKM Shopee.
Neneng Rida Rifaatul, 30 tahun, adalah salah satu buktinya. Perempuan asal Jakarta ini pemilik Arrifa Home Living, toko peralatan rumah tangga dan elektronik. Dia bercerita, awalnya dia sama sekali buta soal jualan online. Baru mulai tahun 2023, setelah memutuskan resign dari pekerjaan kantornya. Saat itu, dia ambil alih lima toko milik ayahnya yang sudah mulai sepi pembeli.
“Saya anak pertama, jadi merasa punya tanggung jawab menjaga usaha ini,” ujar Rida suatu hari di pertengahan November 2025. “Ayah membangunnya dari nol, sejak masih jadi tukang kredit keliling. Sayang kalau tutup.”
Lima toko offline-nya di Kramat Jati, Jakarta Timur, itu perlahan tapi pasti penjualannya menurun. Akhirnya, setahun kemudian, Rida memutuskan beralih ke platform online. Hasilnya? Di luar dugaan. “Waktu saya buat laporan keuangan, ternyata penjualan online ini yang menjaga margin toko tetap bagus,” katanya. Kini, penjualan online justru jadi penopang utama pendapatannya.
Dari Malu Tampil, Kini Punya Tim Live
Awalnya Rida mengaku nggak punya skill khusus. Coba-coba ikut Program Bimbel Shopee, lalu bergabung dengan grup para seller. “Secara materi bagus banget,” kenangnya. “Tapi yang paling berkesan justru sisi psikologisnya. Saya jadi tahu kalau saya nggak sendirian. Banyak yang berjuang dari nol seperti saya.”
Dia pun rutin mengikuti Kelas UMKM Online Shopee, terutama materi tentang iklan dan promosi toko. Tapi tantangan terbesarnya justru datang dari kewajiban tampil di Shopee Live. “Saya sebenarnya pemalu di depan kamera,” akunya. Tapi trainer Shopee waktu itu bilang, live itu wajib kalau mau tokonya naik kelas. “Mau nggak mau, sejak September 2024 saya rutin live 2-3 jam per hari.”
Usahanya tidak sia-sia. Sekarang tokonya makin ramai. Bahkan, Rida sudah bisa merekrut tim khusus untuk siaran live. Omzetnya melonjak hampir 80 persen sejak ikut pelatihan. “Sekarang cash flow toko jauh lebih terjaga. Saat banyak toko lain justru melakukan PHK, saya malah membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga sekitar,” ujarnya dengan bangga.
Ekspansi Hingga 514 Kabupaten/Kota
Di sisi lain, Shopee Indonesia baru-baru ini meluncurkan Kampus UMKM Shopee Kelas Online Edisi Spesial 10 Tahun. Program ini menjangkau 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dengan 10 sesi kelas online sepanjang November-Desember 2025.
Radynal Nataprawira, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, bercerita bahwa Kampus UMKM Shopee awalnya berdiri tahun 2021 dengan 10 kampus offline. Program ini lahir sebagai respons perubahan perilaku masyarakat saat pandemi, di mana banyak orang beralih ke wirausaha online.
“Di 2025, kami mengonversi program ini menjadi sepenuhnya online,” jelas Radynal. Alasannya, ekosistem UMKM sudah berubah. Mereka tak sekadar go online, tapi juga harus tetap menarik di tengah lautan produk di e-commerce.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian UMKM yang menempatkan digitalisasi sebagai kunci pertumbuhan. Dari total 64,2 juta UMKM di Indonesia, sekitar 25 juta di antaranya sudah onboarding ke e-commerce. Pemerintah pun berkomitmen mendorong platform digital agar lebih mengutamakan produk lokal. Tujuannya jelas: agar potensi pasar Indonesia benar-benar bisa dinikmati para pengusaha dan masyarakat.
Artikel Terkait
Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selama Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
Wamendesa: Kritik pada Program Pemerintah Bagian dari Demokrasi, Semua Pihak Diajak Bangun Desa
China Serukan Gencatan Senjata Komprehensif di Kawasan Teluk dalam Pertemuan PBB
Polisi Tanggamus Tangkap Lima Pemburu Rusa Sambar di Kawasan Hutan Konservasi