Proyek strategis ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Danantara, yang turut berperan dalam pendanaan dan pelaksanaannya. Pemerintah menargetkan seluruh proses perencanaan dan studi kelayakan dapat diselesaikan dengan cepat.
Dengan demikian, pembangunan fisik peternakan ayam ini diharapkan dapat segera dimulai pada Januari 2026. Amran berharap dana dari Danantara dapat segera dicairkan pada waktu tersebut agar proyek dapat berjalan tepat waktu.
Dampak bagi Ketahanan Pangan Nasional
Keberadaan peternakan ayam terintegrasi ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pasokan protein hewani bagi masyarakat. Sistem terintegrasi ini juga diproyeksikan dapat meningkatkan produksi ayam dan telur secara signifikan.
Dampak positifnya adalah dapat menekan potensi kelangkaan dan menjaga stabilitas harga kedua komoditas tersebut di pasaran. Mentan Amran optimistis bahwa dengan dukungan semua pihak, termasuk Danantara, Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan berbasis peternakan yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Dirut BRI Sinyalkan Dividen 2025 Lebih Besar Didukung CAR yang Kuat
Astrindo dan Indogas Jalin Kerja Sama Penyaluran Gas untuk Proyek Mini LNG
Pengamat Pasar Modal: Notasi Khusus Free Float Tepat, Delisting Perlu Hati-hati
Panduan Dasar Investasi Saham untuk Pemula: Mulai dari Pengertian hingga Langkah Awal