Astrindo dan Indogas Jalin Kerja Sama Penyaluran Gas untuk Proyek Mini LNG

- Kamis, 26 Februari 2026 | 12:20 WIB
Astrindo dan Indogas Jalin Kerja Sama Penyaluran Gas untuk Proyek Mini LNG

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur, atau BIPI, baru saja meresmikan sebuah kerja sama strategis. Mitranya adalah PT Indogas Kriya Dwiguna. Perlu diketahui, Indogas ini merupakan mitra dari Kangean Energy Indonesia Ltd anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang masih terafiliasi dengan Bakrie Group.

Ini bukanlah hubungan pertama di antara mereka. Sebelumnya, konglomerasi pimpinan Nirwan Bakrie itu sudah lebih dulu masuk dengan membeli 6 persen saham Astrindo lewat PT Bakrie Capital Indonesia. Jadi, kerja sama ini seperti memperkuat sinergi yang sudah terjalin di dalam grup.

“Penyaluran ini guna mendukung kegiatan pengolahan gas alam cair (LNG) melalui fasilitas Mini LNG Plant,”

Demikian penjelasan Corporate Secretary Astrindo, Kurniawati Budiman, dalam keterbukaan informasi pada Kamis (26/2/2026). Pernyataan itu merujuk pada Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani kedua perusahaan tepat pada 24 Februari 2026. Intinya, mereka sepakat untuk kerja sama penyaluran gas bumi dari Indogas ke PT Para Amartha LNG, entitas tak langsung Astrindo.

MoU ini punya masa berlaku satu tahun. Menurut Kurniawati, kerja sama ini mungkin tak langsung menggoyang laporan keuangan perusahaan. Namun begitu, kolaborasi ini diharapkan bisa memberi angin segar untuk operasional dan pengembangan portofolio bisnis energi Astrindo ke depannya, khususnya di sektor LNG.

Posisi Bakrie Group di Astrindo sendiri kini sudah cukup solid. Lewat Bakrie Capital Indonesia, mereka mengantongi 3,82 miliar saham BIPI atau setara 6 persen dari total modal. Akuisisi saham itu dilakukan dengan harga Rp248 per lembar, sehingga total transaksinya menembus angka fantastis: hampir Rp948 miliar. Transaksi itu terjadi di hari yang sama dengan penandatanganan MoU, 24 Februari lalu.

Bagaimana dengan pergerakan sahamnya? Hingga siang tadi, BIPI sedikit melemah 1,9 persen ke level Rp312. Tapi jangan salah, performanya sepanjang 2026 ini benar-benar luar biasa. Sejak awal tahun, sahamnya sudah melonjak sekitar 260 persen, mendorong kapitalisasi pasarnya hingga ke Rp19,9 triliun. Sebuah pencapaian yang cukup membuat pasar tergoda.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar