“Misal kita ada 20 orang, kalau dimiliki sama satu orang saja kan ini terkonsentrasi nih. Karena ini perusahaan publik, mestinya relatif publik diberikan kesempatan,” tambahnya. BEI sendiri tidak mendikte bentuk aksi korporasinya. Bisa rights issue, penawaran umum, atau cara lain yang penting publik mendapat porsi.
Nanti, BEI akan meminta laporan dari perusahaan-perusahaan tersebut mengenai langkah yang sudah diambil. Jika setelah dicek struktur kepemilikannya sudah lebih tersebar, BEI akan mengumumkan bahwa status HSC perusahaan itu dicabut.
“Kita minta mereka untuk proaktif menyampaikan apa yang sudah dilakukan. Kita cek lagi strukturnya, once strukturnya kita lihat tidak lagi terkonsentrasi, maka kita keluarkan lagi pengumuman. Bahwa sudah tidak konsentrasi,” pungkas Nyoman.
Jadi, ini seperti peringatan halus dari regulator. Bagi investor, informasi ini bisa jadi lampu kuning sebelum memutuskan untuk masuk. Bagi emiten, ini adalah ajakan untuk lebih membuka diri.
Artikel Terkait
Ekonomi Digital Indonesia Tembus USD 100 Miliar, AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas
IHSG Bangkit Usai Gencatan Senjata, Analis Ingatkan Risiko Masih Membayangi
Gencatan Senjata AS-Iran Pacu Bursa Asia Menguat, Investor Tetap Waspada