Gencatan Senjata AS-Iran Pacu Bursa Asia Menguat, Investor Tetap Waspada

- Jumat, 10 April 2026 | 10:00 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran Pacu Bursa Asia Menguat, Investor Tetap Waspada

Bursa saham Asia ditutup menguat pada Jumat (9/4/2026), menangkap gelombang optimisme yang melanda pasar global. Pemicu utamanya? Gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya memberi angin segar bagi para investor yang selama ini khawatir dengan gejolak di Timur Tengah.

Sentimen positif itu langsung terlihat jelas di Jepang dan Korea Selatan. Indeks Nikkei 225, misalnya, melesat sekitar 1,8 persen ke level 56.800. Dalam sepekan, indeks ini bahkan menguat hampir 7 persen – sebuah performa yang cukup impresif. Semua mata kini tertuju ke Islamabad, di mana pembicaraan diplomatik akan digelar akhir pekan ini. Wakil Presiden AS JD Vance disebut-sebut akan memimpin delegasi untuk bertemu pejabat Iran.

Namun begitu, euforia ini masih dibayangi sejumlah awan gelap. Konflik antara Israel dan Lebanon belum juga reda. Belum lagi gangguan yang terjadi di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Dua hal ini berpotensi menggagalkan proses negosiasi dan tentu saja, menjaga harga energi tetap fluktuatif. Jadi, kehati-hatian masih sangat diperlukan.

Di sisi lain, sektor teknologi global mendapat suntikan semangat baru. Kabar tentang kesepakatan raksasa senilai USD21 miliar antara CoreWeave dan Meta Platforms untuk kapasitas komputasi langsung memicu reli. Saham-saham terkait teknologi dan kecerdasan buatan ikut meroket di berbagai bursa.

Korea Selatan juga mencatatkan hari yang gemilang. Indeks KOSPI naik 2 persen dan dalam sepekan melonjak hampir 10 persen. Jika bertahan, ini bisa jadi kenaikan terbesar sejak krisis 2008. Pemulihan ini cukup signifikan, mengingat dua pekan sebelumnya indeks justru terpuruk.

Bank sentral Korea Selatan (BOK) tampaknya memilih untuk bersikap waspada. Mereka mempertahankan suku bunga acuan pada Jumat lalu. Alasannya jelas: konflik Iran berisiko mendongkrak inflasi energi, yang bisa membebani ekonomi mereka yang sangat bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.

Pergerakan di bursa Asia lainnya mayoritas mengikuti tren positif. Shanghai Composite naik 0,90 persen, disusul Hang Seng Hong Kong yang menguat 0,82 persen. STI Singapura juga naik, meski lebih moderat di 0,47 persen. Hanya ASX 200 Australia yang tercatat melemah tipis 0,47 persen.

Dari Wall Street, sinyal yang diterima juga cukup menggembirakan. Setelah berfluktuasi di awal sesi, indeks utama AS ditutup menguat pada Kamis waktu setempat. Nasdaq naik 0,8 persen, Dow Jones bertambah 0,6 persen, dan S&P 500 menguat dengan porsi yang sama. Level penutupan S&P 500 bahkan yang terbaik dalam lebih dari satu bulan terakhir.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar