IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas

- Jumat, 10 April 2026 | 12:15 WIB
IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas

Siang itu, IHSG menutup sesi pertama perdagangan dengan catatan menggembirakan. Indeks berhasil naik cukup signifikan, tepatnya 2,02 persen atau 147,87 poin, hingga menginjak level 7.455,46. Pasar saham kita benar-benar bersinar di hari Jumat (10/4/2026) ini.

Kalau dilihat dari pergerakannya, mayoritas saham ikut mendorong kenaikan ini. Tak kurang dari 499 emiten catat penguatan, sementara yang melemah cuma 182 saham. Sisanya, 278 saham lainnya, cenderung datar-datar saja.

Yang menarik, aktivitasnya juga lumayan ramai. Volume transaksi tembus 21,13 miliar saham dengan nilai yang beredar mencapai Rp9,43 triliun. Frekuensinya pun tinggi, nyaris 1,3 juta kali transaksi terjadi dalam satu sesi. Angka kapitalisasi pasarnya sendiri bertengger di Rp13,18 triliun.

Secara sektoral, hampir semua berpesta. Hampir semua indeks sektor ada di zona hijau, memberi warna positif pada pasar. Namun begitu, ada satu sektor yang justru terlihat lesu: kesehatan. Sektor ini tercatat merosot tipis, sekitar 0,10 persen.

Lalu, saham mana saja yang jadi bintang hari ini?

Posisi puncak gainers diduduki oleh WBSA (PT BSA Logistics Indonesia Tbk). Sahamnya melonjak luar biasa, 34,52 persen ke level Rp226. Di belakangnya, ada PADI (PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk) yang menguat 30 persen ke Rp130, dan BPTR (PT Batavia Prosperindo Trans Tbk) yang naik 27,71 persen ke Rp106.

Di sisi lain, beberapa saham justru tertekan. XIML (PT Indo Premier Investment Management Tbk) jadi yang terpuruk, anjlok 15 persen ke Rp221. IBFN (PT Intan Baru Prana Tbk) ikut merosot 9,09 persen ke Rp60, disusul SOSS (PT Shield On Service Tbk) yang melemah 8,92 persen ke Rp970.

Begitulah suasana pasar saham kita di sesi I siang tadi. Sebuah awal akhir pekan yang cukup optimis.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar