Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen

- Jumat, 10 April 2026 | 14:45 WIB
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen

Suasana kantor pemerintahan di Medan pagi ini terasa berbeda. Jumat, 10 April 2026, menandai dimulainya kebijakan baru: kerja dari rumah atau WFH. Ini bukan sekadar imbauan, melainkan arahan pusat yang diterapkan setiap Jumat demi efisiensi energi.

Kalau biasanya ramai, sekarang sepi. Itulah kesan pertama yang muncul saat mengunjungi kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Medan. Lorong-lorongnya lengang, lalu lalang pegawai yang biasanya padat nyaris tak terlihat. Beberapa ruangan kerja pun tampak kosong, hanya diisi oleh beberapa komputer yang masih menyala.

Namun begitu, kantor tidak benar-benar tutup. Masih ada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlihat sibuk di balik meja mereka. Rupanya, mereka bertugas secara bergiliran. Tujuannya jelas: memastikan roda pemerintahan, terutama layanan yang bersentuhan langsung dengan warga, tetap berjalan tanpa hambatan.

"Khususnya pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,"

kata Jurnalis Metro TV Edy Sembiring, melaporkan suasana ini dalam program Selamat Pagi Indonesia.

Upaya penghematan energi benar-benar terasa. Beberapa pendingin ruangan dimatikan. Lampu-lampu di area yang tidak digunakan juga padam, meninggalkan cahaya alami dari jendela yang menjadi penerang utama. Perubahan paling kasat mata justru ada di tempat parkir. Area yang biasanya penuh sesak dengan kendaraan dinas dan pribadi pegawai, kini terlihat luas dan lengang.

Di balik semua ini, target utamanya adalah penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan mengurangi mobilitas kendaraan para pegawai, Pemkot Medan memproyeksikan penghematan konsumsi harian bisa mencapai 20 persen. Angka yang cukup signifikan.

Lantas, bagaimana dengan produktivitas kerja? Pemkot Medan mengaku tidak main-main soal pengawasan. Meski bekerja dari rumah, setiap ASN diwajibkan melaporkan aktivitas kerjanya. Sistem ini diharapkan bisa menjaga kinerja tetap optimal, sekaligus menjawab kekhawatiran soal efektivitas kebijakan jangka panjang ini. Hari pertama WFH berjalan lancar, tapi tantangan sesungguhnya mungkin baru akan terlihat beberapa pekan ke depan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar