Di Istana Negara yang megah, suasana Jumat siang (10/4/2026) diwarnai sebuah momen penting. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Andi Rahadian untuk mengemban tugas diplomatik. Pria itu ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI, dengan wilayah tugas ganda: Kesultanan Oman dan Republik Yaman.
Landasan pengangkatannya adalah Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2026. Acara intinya tentu saja pengucapan sumpah jabatan, yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.
Dengan suara lantang dan penuh khidmat, Andi Rahadian mengikrarkan janjinya.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya untuk diangkat menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara.
Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan melaksanakan dengan setia segala perintah dan petunjuk yang diberikan oleh pemerintah pusat serta memenuhi dengan setia segala kewajiban yang dibebankan kepada saya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh,"
Begitulah bunyi sumpah yang diucapkannya, mengikuti setiap kata dari sang Presiden. Ritual kenegaraan itu pun mencapai klimaksnya. Usai mengucap sumpah, Andi Rahadian lalu membubuhkan tanda tangannya pada berita acara pelantikan. Sebuah tanda bahwa prosesi telah usai dan tugas baru segera dimulai.
Memang, tanggung jawabnya tidaklah ringan. Oman dan Yaman adalah dua negara dengan dinamika dan tantangannya masing-masing. Namun, dengan pelantikan ini, diplomasi Indonesia di kawasan Timur Tengah mendapatkan sosok baru yang diharapkan bisa membawa angin segar.
Artikel Terkait
GEMURA Kritik Perdebatan Bantuan Kurban Presiden, Minta Publik Jaga Etika Demokrasi
Prabowo ke Macron: Stabilitas Timur Tengah Kunci Energi Global, Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Prabowo Disambut Kenegaraan di Élysée, Penuhi Undangan Balasan untuk Macron
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Prioritas untuk Daerah Bencana dan 3T