Bursa saham Asia ditutup menguat pada Jumat (9/4/2026), menangkap gelombang optimisme yang melanda pasar global. Pemicu utamanya? Gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya memberi angin segar bagi para investor yang selama ini khawatir dengan gejolak di Timur Tengah.
Sentimen positif itu langsung terlihat jelas di Jepang dan Korea Selatan. Indeks Nikkei 225, misalnya, melesat sekitar 1,8 persen ke level 56.800. Dalam sepekan, indeks ini bahkan menguat hampir 7 persen – sebuah performa yang cukup impresif. Semua mata kini tertuju ke Islamabad, di mana pembicaraan diplomatik akan digelar akhir pekan ini. Wakil Presiden AS JD Vance disebut-sebut akan memimpin delegasi untuk bertemu pejabat Iran.
Namun begitu, euforia ini masih dibayangi sejumlah awan gelap. Konflik antara Israel dan Lebanon belum juga reda. Belum lagi gangguan yang terjadi di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Dua hal ini berpotensi menggagalkan proses negosiasi dan tentu saja, menjaga harga energi tetap fluktuatif. Jadi, kehati-hatian masih sangat diperlukan.
Di sisi lain, sektor teknologi global mendapat suntikan semangat baru. Kabar tentang kesepakatan raksasa senilai USD21 miliar antara CoreWeave dan Meta Platforms untuk kapasitas komputasi langsung memicu reli. Saham-saham terkait teknologi dan kecerdasan buatan ikut meroket di berbagai bursa.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas
BEI Soroti Sembilan Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
IHSG Bangkit Usai Gencatan Senjata, Analis Ingatkan Risiko Masih Membayangi
IHSG Menguat Hampir 1 Persen di Awal Perdagangan Jumat