Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai

- Jumat, 10 April 2026 | 13:15 WIB
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai

Ketegangan geopolitik yang memanas belakangan ini ternyata tak cuma soal keamanan energi. Rantai pasok global yang bergantung pada sektor ekstraktif terutama minyak bumi ikut terpukul. Dampaknya merembet ke mana-mana, termasuk ke industri yang mungkin tak kita sangka: produksi plastik sekali pakai.

Nah, menurut Muharram Atha Rasyadi dari Greenpeace Indonesia, situasi genting ini justru bisa jadi momentum. Momentum buat kita semua mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai, mengingat minyak mentah adalah bahan bakunya.

"Menolak penggunaan sedotan atau styrofoam bisa menjadi langkah awal yang mudah. Jika mulai terbiasa, kita bisa lakukan pemilahan sampah di rumah,"

kata Muharram, seperti dikutip Antara, Jumat (10/4/2026).

Ia bilang, transisi menuju gaya hidup bebas plastik itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Tolak sedotan plastik, hindari kemasan styrofoam, dan jangan lupa bawa wadah sendiri saat belanja atau jajan. Kalau kebiasaan kecil ini udah mendarah daging, baru kita bisa naik level. Misalnya, dengan memilah sampah dari rumah masing-masing.

Di sisi lain, Tiza Mafira dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik punya sudut pandang serupa. Tapi ia menyoroti kebiasaan lain yang sering kita lupakan: bawa botol minum sendiri.

“Dengan banyak daerah yang melarang kresek, masyarakat juga terbiasa membawa tas belanja sendiri,”

jelas Tiza.

Ia menambahkan, selain tas belanja, membawa wadah untuk bahan basah ke pasar juga langkah konkret. Yang tak kalah penting adalah mengubah cara belanja barang rumah tangga. Coba deh cari layanan isi ulang atau beli bumbu dapur secara curah. Dengan begitu, kita bisa memotong penggunaan kemasan plastik tambahan yang seringkali cuma jadi sampah dalam hitungan menit.

Intinya, tekanan geopolitik ini membuka mata. Ketergantungan pada minyak punya konsekuensi yang luas, sampai ke plastik yang kita pakai sehari-hari. Tapi di balik tantangan, selalu ada ruang untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil yang justru paling berdampak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar