Korea Selatan juga mencatatkan hari yang gemilang. Indeks KOSPI naik 2 persen dan dalam sepekan melonjak hampir 10 persen. Jika bertahan, ini bisa jadi kenaikan terbesar sejak krisis 2008. Pemulihan ini cukup signifikan, mengingat dua pekan sebelumnya indeks justru terpuruk.
Bank sentral Korea Selatan (BOK) tampaknya memilih untuk bersikap waspada. Mereka mempertahankan suku bunga acuan pada Jumat lalu. Alasannya jelas: konflik Iran berisiko mendongkrak inflasi energi, yang bisa membebani ekonomi mereka yang sangat bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.
Pergerakan di bursa Asia lainnya mayoritas mengikuti tren positif. Shanghai Composite naik 0,90 persen, disusul Hang Seng Hong Kong yang menguat 0,82 persen. STI Singapura juga naik, meski lebih moderat di 0,47 persen. Hanya ASX 200 Australia yang tercatat melemah tipis 0,47 persen.
Dari Wall Street, sinyal yang diterima juga cukup menggembirakan. Setelah berfluktuasi di awal sesi, indeks utama AS ditutup menguat pada Kamis waktu setempat. Nasdaq naik 0,8 persen, Dow Jones bertambah 0,6 persen, dan S&P 500 menguat dengan porsi yang sama. Level penutupan S&P 500 bahkan yang terbaik dalam lebih dari satu bulan terakhir.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas
BEI Soroti Sembilan Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
IHSG Bangkit Usai Gencatan Senjata, Analis Ingatkan Risiko Masih Membayangi
IHSG Menguat Hampir 1 Persen di Awal Perdagangan Jumat