Dedi Mulyadi Bantu Sumatera, Sementara Jawa Barat Terendam Banjir

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 07:00 WIB
Dedi Mulyadi Bantu Sumatera, Sementara Jawa Barat Terendam Banjir
Dedi Mulyadi Bantu Korban di Sumatera Saat Jabar Terendam

Di Tengah Banjir Jabar, Dedi Mulyadi Justru Bertolak ke Sumatera

Sosok Gubernur Jawa Barat ini ramai jadi perbincangan. Saat wilayahnya sendiri dilanda banjir dan longsor, ia memilih menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Sumatera. Lalu, bagaimana tanggapannya?

Faktanya, kondisi di Jawa Barat sedang tidak baik-baik saja. Curah hujan tinggi memicu sejumlah musibah. Di Sukabumi, setidaknya ada 13 titik terdampak. Longsor di Cangkuang, Kabupaten Bandung, merusak tiga rumah. Sementara itu, banjir menggenangi Cisolok dan Cililing di Bandung Barat. Tak ketinggalan, Soreang dan Cilampeni juga terendam. Situasinya cukup pelik.

Namun begitu, Dedi Mulyadi justru terpantau berada jauh di Sumatera. Ia tengah fokus menyalurkan bantuan untuk korban banjir di sana. Keputusan ini, tentu saja, menyulut tanda tanya. Bagaimana ia mengawasi penanganan bencana di daerahnya sendiri?

Rupanya, meski berada di lokasi yang jauh, sang Gubernur mengklaim tetap memantau perkembangan. Melalui akun TikTok-nya, ia memberikan penjelasan langsung.

"Rob yang terjadi di Mayangan sekarang sudah mulai surut lagi. Ini peristiwa yang biasa terjadi di pinggir pantai ketika air lautnya tinggi, pasti ada genangan," ujar Dedi.

Ia juga menyebut telah berkoordinasi dengan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Soal longsor di Cisalak yang menimbun empat rumah, Dedi menyatakan warga sudah diungsikan.

"Rumahnya akan diganti dan direlokasi karena daerah tersebut rawan longsor. Tanahnya labil, hutannya sudah tidak stabil lagi," tegasnya.

Di sisi lain, persoalan klasik kembali disorot. Menurut Dedi, banjir di Kabupaten Bandung tidak lepas dari alih fungsi lahan di Ciwidey dan Pangalengan. Ia tak sungkan menyebut dampaknya cukup kuat terhadap peningkatan arus air.

"Untuk itu, pihak yang menebang pohon saya ingatkan: ini dampak dari apa yang dilakukan. Semoga pelaku perusakan seluas 160 hektare segera ditahan," katanya dengan nada tegas.

Pembabatan hutan di Jabar, dalam pandangannya, harus segera dihentikan. Ia menyoroti maraknya perubahan kawasan resapan air menjadi bangunan baik resmi maupun tidak serta banyaknya permukiman di bantaran sungai.

"Banyak masyarakat tinggal di aliran sungai. Ketika air naik, terjadi rendaman yang sangat tinggi. Aspek ini harus kita tangani ke depan," pungkas Dedi Mulyadi.

Jadi, meski kehadiran fisiknya di Jawa Barat absen saat bencana, klaim koordinasi dan perintah penanganan tetap ia sampaikan dari jauh. Respons terhadap akar masalah seperti alih fungsi lahan dan pembalakan hutan juga ia suarakan. Tapi, bagi sebagian warga yang rumahnya terendam, mungkin yang lebih ditunggu adalah aksi nyata dan kehadiran langsung di lokasi. Itu soal lain lagi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar