BMKG Deteksi Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina, Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

- Jumat, 29 Mei 2026 | 23:35 WIB
BMKG Deteksi Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina, Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Jangmi yang mulai berkembang dari Bibit Siklon Tropis 99W di perairan sekitar Laut Filipina, tepatnya di sebelah utara Papua. Fenomena alam ini diprakirakan akan memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (29/5/2026), BMKG menjelaskan bahwa Siklon Tropis Jangmi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di sebagian wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. Keberadaan sistem siklonik ini turut memengaruhi pola aliran massa udara serta mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar lintasannya.

“Dalam sepekan ke depan, Siklon Tropis Jangmi diprakirakan berada di sekitar Laut Filipina, sebelah utara Papua. Sistem ini berpotensi membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Samudra Pasifik utara Maluku Utara hingga utara Papua. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya,” tulis BMKG.

Pada periode 29 hingga 31 Mei 2026, cuaca di Indonesia secara umum didominasi oleh hujan ringan hingga lebat. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang berpotensi terjadi di sejumlah provinsi, antara lain Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Sementara itu, hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga perlu diantisipasi. Berdasarkan kategori peringatan dini, tidak ada wilayah yang masuk dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode tersebut. Namun, angin kencang diprakirakan melanda Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Barat Daya.

Memasuki periode 1 hingga 4 Juni 2026, kondisi serupa masih akan berlangsung. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Di sisi lain, hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga diprakirakan terjadi di Papua Pegunungan. Adapun angin kencang berpotensi melanda Aceh, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah tersebut untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar