Di sisi lain, langkah ini juga bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan struktur modal dan pengelolaan kas mereka. Prinsip kehati-hatian jadi pertimbangan utama. Kalau dirinci, realisasi buyback tadi baru menghabiskan sekitar 19,5% dari total anggaran yang disetujui dalam RUPSLB, yakni sebesar Rp2,25 triliun.
Lalu, dana sisa yang belum terpakai akan dipakai untuk apa? Manajemen menyebutkan, dananya akan dialihkan untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari dan tentu saja, pembagian dividen.
Di pasar, reaksinya cukup menarik. Saham INTP tercatat menguat tipis 0,96% ke level Rp5.250 per lembar pada Kamis (9/4/2026). Kenaikan ini melanjutkan sentimen positif dari hari sebelumnya, di mana saham sempat melompat 3,48%. Tampaknya, keputusan menghentikan buyback lebih awal ini diterima cukup baik oleh investor.
Artikel Terkait
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025
IHSG Menguat Tipis, PEGE dan HDFA Melonjak di Atas 34%
Bakrie Sumatera Plantations Catat Penjualan Rp2,56 Triliun dan Lonjakan Laba Operasi 86% pada 2025
Latinusa Waspadai Tekanan Impor Tinplate, Bidik Pendapatan USD160 Juta pada 2026