Rapat umum pemegang saham Sido Muncul baru saja usai, dan kabar baik bagi investor pun datang. Perusahaan jamu dan farmasi ternama itu memutuskan untuk membagikan dividen tunai yang jumlahnya tak main-main: Rp1,09 triliun. Keputusan ini diambil dalam RUPST yang digelar Kamis lalu, 9 April 2026.
Kalau dirinci, rasionya mencapai 88,6% dari total laba bersih tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,23 triliun. Artinya, hampir seluruh keuntungan tahun lalu dikembalikan ke pemegang saham. Nilainya setara dengan Rp37 untuk setiap lembar saham.
Sebenarnya, sebagian dividen sudah lebih dulu dibagikan akhir tahun lalu. Tepatnya pada 20 November 2025, perusahaan membagikan dividen interim senilai Rp647,8 miliar atau Rp22 per saham.
Lalu, bagaimana dengan sisanya?
Manajemen Sido Muncul menjelaskan, "Sisanya sebesar Rp15 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp441 miliar yang mana akan dibagikan dalam bentuk dividen tunai."
Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka tahun ini memang sedikit lebih rendah. Catatan menunjukkan, di tahun buku 2024, dividen yang dibagikan mencapai Rp39 per saham dengan total Rp1,17 triliun saat itu, seluruh laba bersih dibagikan.
Di sisi lain, kinerja operasional perseroan sepanjang 2025 ternyata cukup solid. Mereka berhasil membukukan penjualan Rp4,08 triliun, tumbuh 4% meski dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Daya beli masyarakat yang masih berhati-hati, gejolak nilai tukar, dan fluktuasi harga bahan baku sempat menjadi ganjalan. Namun begitu, Sido Muncul berhasil mempertahankan profitabilitasnya dengan margin operasi 38% dan margin bersih 30%.
Yang menarik justru datang dari pasar luar negeri. Kontribusi ekspor menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, dengan pertumbuhan mencapai 31%. Pasar seperti Malaysia, Nigeria, dan Filipina menjadi penyumbang utama, menyumbang sekitar 9% dari total penjualan.
"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa produk herbal semakin relevan di pasar berkembang dengan karakteristik kebutuhan kesehatan yang serupa dengan Indonesia," ujar manajemen. Ini sinyal positif untuk ekspansi ke depan.
Memasuki 2026, optimisme tetap terpelihara. Prospek dipandang konstruktif seiring dengan stabilnya daya beli domestik, tren hidup sehat yang makin menguat, dan peluang global yang terbuka lebar.
Nah, bagi yang menunggu pembagian dividen tahap akhir, berikut jadwal lengkapnya:
1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 17 April 2026
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 20 April 2026
3. Cum Dividen di Pasar Tunai : 21 April 2026
4. Ex Dividen di Pasar Tunai : 22 April 2026
5. Pembayaran Dividen : 7 Mei 2026
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
IMF Peringatkan Utang AS Capai 125% PDB, Butuh Penyesuaian Fiskal Terbesar
Cerebras Systems Ajukan IPO di Nasdaq Didukung Komitmen Besar OpenAI
Harga Minyak Sawit Malaysia Melemah, Dihantam Permintaan Lesu dan Anjloknya Harga Minyak Dunia
Investor Asing Lepas Saham Rp2,4 Triliun, IHSG Justru Naik 2,35%