Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025

- Kamis, 09 April 2026 | 19:15 WIB
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025

Rapat umum pemegang saham Sido Muncul baru saja usai, dan kabar baik bagi investor pun datang. Perusahaan jamu dan farmasi ternama itu memutuskan untuk membagikan dividen tunai yang jumlahnya tak main-main: Rp1,09 triliun. Keputusan ini diambil dalam RUPST yang digelar Kamis lalu, 9 April 2026.

Kalau dirinci, rasionya mencapai 88,6% dari total laba bersih tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,23 triliun. Artinya, hampir seluruh keuntungan tahun lalu dikembalikan ke pemegang saham. Nilainya setara dengan Rp37 untuk setiap lembar saham.

Sebenarnya, sebagian dividen sudah lebih dulu dibagikan akhir tahun lalu. Tepatnya pada 20 November 2025, perusahaan membagikan dividen interim senilai Rp647,8 miliar atau Rp22 per saham.

Lalu, bagaimana dengan sisanya?

Manajemen Sido Muncul menjelaskan, "Sisanya sebesar Rp15 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp441 miliar yang mana akan dibagikan dalam bentuk dividen tunai."

Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka tahun ini memang sedikit lebih rendah. Catatan menunjukkan, di tahun buku 2024, dividen yang dibagikan mencapai Rp39 per saham dengan total Rp1,17 triliun saat itu, seluruh laba bersih dibagikan.

Di sisi lain, kinerja operasional perseroan sepanjang 2025 ternyata cukup solid. Mereka berhasil membukukan penjualan Rp4,08 triliun, tumbuh 4% meski dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Daya beli masyarakat yang masih berhati-hati, gejolak nilai tukar, dan fluktuasi harga bahan baku sempat menjadi ganjalan. Namun begitu, Sido Muncul berhasil mempertahankan profitabilitasnya dengan margin operasi 38% dan margin bersih 30%.

Yang menarik justru datang dari pasar luar negeri. Kontribusi ekspor menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, dengan pertumbuhan mencapai 31%. Pasar seperti Malaysia, Nigeria, dan Filipina menjadi penyumbang utama, menyumbang sekitar 9% dari total penjualan.

"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa produk herbal semakin relevan di pasar berkembang dengan karakteristik kebutuhan kesehatan yang serupa dengan Indonesia," ujar manajemen. Ini sinyal positif untuk ekspansi ke depan.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar