Sesi pertama perdagangan saham hari ini ditutup dengan suasana muram. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 55,78 poin, atau sekitar 0,79 persen, hingga ke posisi 6.971. Warna merah jelas mendominasi papan pencatatan.
Tekanan itu sebenarnya sudah terasa sejak bel dibuka pagi tadi. IHSG langsung koreksi. Sepanjang sesi I, pergerakannya cukup bergejolak sempat menyentuh level tertinggi di 7.154, tapi kemudian ambruk hingga ke titik terendah 6.934. Naik turunnya cukup ekstrem, menggambarkan ketidakpastian yang melanda pasar.
Kalau dilihat dari aktivitasnya, volume perdagangan terbilang padat: 16,74 miliar saham berpindah tangan. Nilai transaksinya mencapai Rp8,4 triliun dengan frekuensi dagang sebanyak 1 juta kali. Dengan semua itu, kapitalisasi pasarnya bertengger di angka Rp12,1 triliun.
Namun begitu, sentimen negatif jelas lebih kuat. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, 449 kode tercatat melemah. Yang mampu naik cuma 248, sementara 261 lainnya stagnan alias diam di tempat.
Lalu, dari mana tekanan utama datang? Rupanya, hampir semua sektor ikut memberi beban. Pukulan terberat datang dari sektor non-siklikal yang anjlok 1,40 persen. Sektor infrastruktur dan transportasi juga tak kalah lemah, masing-masing merosot 1,32 persen dan 0,85 persen.
Artikel Terkait
Bukit Asam Siapkan PLTU Mempawah untuk Kunci Pasar Batu Bara 30 Tahun
OJK Klaim Transparansi Pasar Modal Indonesia Lampaui Standar Global
IHSG Anjlok 0,77% di Awal Pekan, Mayoritas Saham Terpuruk
IHSG Anjlok 0,77% ke Level 6.972, Mayoritas Saham Tertekan