Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok, Keluarga Berharap Keadilan Ditegakkan

- Senin, 06 April 2026 | 16:00 WIB
Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok, Keluarga Berharap Keadilan Ditegakkan

Suasana haru dan duka masih terasa pekat di TPU Kampung Cijelar, Purwakarta, Minggu sore kemarin. Di sanalah Dadang (58) akhirnya dimakamkan. Pemilik hajatan itu tewas setelah dikeroyok segerombolan preman. Prosesi pemakamannya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat, yang tak kuasa menahan tangis.

Saat jenazah mulai diturunkan, isak tangis pun pecah. Sedihnya, salah seorang keluarga nyaris pingsan. Mereka benar-benar tak sanggup menahan nestapa.

Ini semua berawal dari momen yang seharusnya bahagia: pesta pernikahan anak Dadang di Kampung Cikumpay PTPN, Sabtu lalu. Tapi malah berubah jadi petaka. Menurut keterangan, sekelompok pria mendatangi lokasi hajatan dan meminta uang. Dadang menolak. Penolakan itu rupanya memicu amarah mereka.

Keributan tak terelakkan. Situasi cepat memanas dan berujung pada pengeroyokan yang brutal. Dadang mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia, mengubah sukacita keluarga menjadi duka yang mendalam.

Di tengah kesedihan, keluarga masih sempat menyampaikan terima kasih. Sepupu almarhum, Asep Rabani, mengapresiasi bantuan semua pihak untuk pemakaman.

"Kami serahkan semuanya kepada pihak berwenang. Harapan kami tentu pelakunya bisa segera tertangkap dan kasus ini ditangani dengan baik," ujarnya.

Meski hati masih perih, keluarga mencoba untuk ikhlas. Tapi harapan mereka jelas: kejadian mengerikan seperti ini jangan sampai terulang lagi.

"Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Ini adalah takdir Allah, meski melalui perantara (kejadian) seperti ini," tambah Asep.

Kapolsek Campaka, AKP Firman, yang hadir di lokasi pemakaman turut menyampaikan belasungkawa. Dia memastikan penyelidikan terus digenjot.

"Kami berharap pelaku bisa segera diungkap dan ditangkap oleh Satreskrim Polres Purwakarta. Untuk hasil autopsi, saat ini kami masih menunggu keterangan resmi," tegas Firman.

Saat ini, penyelidikan memang masih berlangsung. Polisi menunggu hasil autopsi untuk menguatkan bukti. Kasus pemilik hajatan yang tewas mengenaskan ini telah menyita perhatian banyak orang. Di balik semua itu, satu harapan keluarga yang paling sederhana sekaligus mendesak: keadilan harus ditegakkan, dan pelaku harus segera dibawa ke hukum.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar