IHSG Anjlok 0,77% di Awal Pekan, Mayoritas Saham Terpuruk

- Senin, 06 April 2026 | 10:00 WIB
IHSG Anjlok 0,77% di Awal Pekan, Mayoritas Saham Terpuruk

Pasar saham Indonesia memulai pekan dengan langkah berat. Senin pagi (6/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka di zona merah, terpangkas 0,36 persen ke posisi 7.001,56. Tekanan jual ternyata belum berhenti. Hanya dalam hitungan menit, pelemahannya kian dalam, menyentuh level 6.972 atau anjlok 0,77 persen.

Suasana di lantai bursa terlihat muram. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, mayoritas justru terpuruk. Tercatat, 387 saham melemah, sementara yang mampu bertahan di zona hijau hanya 166 emiten. Sisanya, 405 saham, stagnan tanpa perubahan harga berarti. Transaksi awal pagi itu nilainya mencapai Rp2,1 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 1,3 miliar saham.

Kalau dilihat dari pergerakan indeks lainnya, gambaran serupa muncul. Indeks LQ45 dan JII sama-sama tertekan, masing-masing merosot 0,79 persen dan 1,53 persen. Di sisi lain, ada sedikit cahaya dari indeks MNC36 dan IDX30 yang masih mampu menguat tipis.

Secara sektoral, pelemahan ini cukup luas. Sektor-sektor seperti energi, properti, hingga teknologi kompak berwarna merah. Namun begitu, tidak semua sektor terpuruk. Tiga sektor konsumer siklikal, keuangan, dan industri justru menunjukkan ketahanan dengan catatan hijau.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham malah menunjukkan performa luar biasa. PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), misalnya, menjadi pemimpin penguat (top gainer), diikuti oleh ESIP dan XPLQ. Mereka seperti oasis di tengah gurun yang kering.

Sayangnya, penderitaan dialami oleh saham-saham lain. PT Remala Abadi Tbk (DATA) tercatat sebagai saham dengan pelemahan terbesar (top loser), bersama XISC dan IFSH. Mereka menjadi contoh betapa beratnya tekanan jual pagi itu.

Nah, beginilah dinamika pasar. Satu hari bisa suram, hari berikutnya mungkin cerah. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar