Jakarta - PT Bukit Asam (PTBA) tak hanya bermain di tambang. Perusahaan pelat merah ini sedang menyiapkan proyek besar di Kalimantan Barat, tepatnya di Mempawah: sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU. Rencananya, pengerjaan fisik bakal dimulai pada 2027.
PLTU ini bukan proyek berdiri sendiri. Ia merupakan bagian penting dari kompleks hilirisasi bauksit yang digarap oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Intinya, listrik yang dihasilkan nanti akan menjadi nyawa untuk pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium di kawasan tersebut.
Lalu, apa untungnya bagi Bukit Asam? Menurut Turino Yulianto, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, keterlibatan dalam proyek ini adalah strategi jitu untuk mengamankan pasar batu bara mereka dalam jangka panjang.
"Target kami awal 2027 sudah mulai pembangunan fisik. Yang tadi Mempawah, proyek-proyek PLTU atau proyek yang lain itu, pada dasarnya kami me-lock market untuk batu bara. Jadi PLTU Mempawah itu sekitar 6,9 juta ton per tahun, dan itu kita lock selama 30 tahun,"
Ucap Turino dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Senin lalu. Bayangkan, pasokan hampir 7 juta ton per tahun, terjamin selama tiga dekade. Itu angka yang cukup signifikan.
Artikel Terkait
Saham ESIP Melonjak 25%, Ini Profil Emiten Kemasan Plastik
IHSG Turun 0,53%, Mayoritas Sektor dan Saham Tertekan
OJK Antisipasi Dampak Penurunan Bobot Indonesia di Indeks MSCI
Rupiah Tertekan ke Rp17.035, Dihajar Sentimen Hormuz dan Defisit APBN