Mahasiswa UNY Gagas ChickenZ, Peternakan Modern yang Genjot Produksi Telur Omega-3

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 11:36 WIB
Mahasiswa UNY Gagas ChickenZ, Peternakan Modern yang Genjot Produksi Telur Omega-3

Kalau belanja telur, pasti kamu pernah lihat yang labelnya omega-3. Harganya memang lebih mahal ketimbang telur biasa. Tapi, ya itu tadi, kandungan gizinya juga lebih tinggi. Perbedaannya ada pada proses produksinya. Ayam-ayam penghasil telur ini diberi pakan khusus yang kaya omega-3, yang otomatis bikin biaya produksi melambung.

Nah, dari situasi itulah muncul sebuah ide segar dari Yogyakarta. Sekelompok mahasiswa UNY punya terobosan bernama ChickenZ. Mereka fokus pada produksi telur omega-3 dan ayam DOC, tapi dengan pendekatan smart farming. Tujuannya jelas: mendorong anak-anak muda Gen Z untuk tertarik jadi peternak.

Usaha yang berlokasi di Trayeman, Pleret, Bantul ini digagas sebagai jawaban atas dua hal: menyediakan pangan fungsional dan menciptakan model bisnis berkelanjutan untuk generasi penerus.

Tim di balik ChickenZ terdiri dari lima mahasiswa lintas jurusan. Muhammad Naufal Khoirul Imamilhaq Alhifdi (Teknologi Informasi) jadi CEO. Lalu ada Adel Syah Aldita (Biologi) yang urusan kualitas dan operasional. Bagian keuangan dipegang Eka Nadia Listiyana Putri (Akuntansi). Ananta Dafa Isna Saputra (Pendidikan Teknik Mekatronika) menangani desain dan teknis, sementara Ananda Brian Vicky (Manajemen) mengurusi pemasaran. Mereka semua dibimbing oleh dosen pendamping, Dzul Fadli Rahman.

Menurut Naufal, ada dua masalah utama yang coba mereka atasi. Pertama, soal pakan. Mereka kembangkan pakan sirkular dari fermentasi limbah organik rumah tangga. Kedua, budidaya azolla sebagai pakan alternatif. "Dua cara ini kami lakukan untuk tekan biaya dan ciptakan sistem yang lebih ramah lingkungan," jelasnya.

Tak cuma itu, teknologi jadi tulang punggung operasional mereka. Kandang dan inkubatornya sudah pakai sistem IoT alias Internet of Things. Hasilnya? Produktivitas bisa dipantau dan dikontrol secara otomatis, jauh lebih efisien.

"Generasi muda kan melekat dengan teknologi. Kami cuma mau tunjukkan bahwa peternakan itu bisa modern, efisien, dan punya nilai ekonomi yang bagus," ujar Naufal.

Produk utama ChickenZ ada tiga: telur omega-3, ayam DOC, dan ayam usia 1-2 bulan. Telur omega-3 mereka dihasilkan dari ayam dengan pakan kaya DHA dan EPA, yang dikenal baik untuk otak, imunitas, dan jantung. Mereka juga serius mengembangkan bibit ayam unggul untuk dukung peternak lokal.

Untuk urusan jualan, strateginya cukup merata. Mereka jangkau pasar DIY lewar warung burjo dan warmindo, penjual sayur keliling, toko kelontong, sampai distributor telur di pasar tradisional. Tentu saja, platform digital seperti Instagram @chickenz.id, marketplace, dan WhatsApp juga dipakai maksimal.

"Kami ingin produk sehat seperti telur omega-3 ini bisa dijangkau lebih banyak orang, nggak cuma kalangan premium. Makanya kami usahakan harganya lebih terjangkau," tambah Eka, yang menangani finansial.

Lebih dari sekadar jualan, ChickenZ punya misi pemberdayaan. Mereka aktif buat konten edukasi tentang peternakan modern, pengelolaan pakan alternatif, sampai peluang usaha di sektor ini semua dikemas agar relevan buat anak muda.

Komitmen mereka pada keberlanjutan sejalan dengan beberapa tujuan SDGs, seperti Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat, serta Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan Layak. Intinya, ini bukan cuma bisnis telur, tapi upaya membangun ekosistem.

Dengan segala inovasinya, ChickenZ seperti memberi gambaran baru tentang peternakan masa depan: modern, efisien, dan berkelanjutan. Ini bukti nyata bahwa mahasiswa bisa ambil peran penting dalam menjawab tantangan pangan, sekaligus membuka jalan bagi regenerasi peternak di Indonesia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar