Wakapolri Tinjau Rest Area Tol Japek, Apresiasi Inovasi "Motor Senyam"
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
Hari itu, suasana di Rest Area Kilometer 57A Tol Jakarta-Cikampek cukup ramai. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir di tengah keriuhan pemudik. Kunjungannya bukan sekadar formalitas. Ia datang dengan satu misi utama: memastikan segala persiapan untuk arus mudik benar-benar berjalan mulus.
Langsung dari mobil, Dedi menuju posko terpadu yang dikelola Polda Jawa Barat. Di sana, Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan dan Dirlantas Kombes Raydian Kokrosono sudah menunggu. Mereka pun memaparkan situasi terkini, lengkap dengan berbagai upaya yang telah disiapkan.
Dan rupanya, ada beberapa hal yang menarik perhatian sang Wakapolri. Salah satunya adalah program bernama 'Motor Senyum'.
"Motor Senyum ini catatan yang menarik. Kita belum lihat di wilayah lain," ucap Dedi, menyebutkan inovasi yang melibatkan polisi dan personel TNI wanita untuk patroli mobile itu.
Menurutnya, kehadiran mereka di rest area bukan cuma untuk pengamanan. Tapi juga memberi bantuan dan semangat kepada para pemudik yang lelah. Gagasan yang simpel, tapi dampaknya terasa.
Tak cuma itu, Dedi juga mencontohkan layanan lain yang disediakan. Seperti pos terpadu tematik dan Posyan Masjid. Tempat-tempat itu menyediakan fasilitas istirahat, hiburan ringan, sampai ruang ibadah yang nyaman. Bahkan, takjil gratis pun disiapkan untuk mereka yang sedang berpuasa.
"Ini sangat membantu masyarakat untuk memulihkan kekuatan sebelum melanjutkan perjalanan," tuturnya.
Semua inovasi tadi, di mata Dedi, sejalan dengan tagline Operasi Ketupat tahun ini: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Pelayanan yang manusiawi, menurutnya, adalah kunci utamanya.
Usai mendengarkan paparan dan memberi arahan, kegiatan dilanjutkan dengan hal yang lebih cair. Komjen Dedi menyalurkan paket sembako untuk personel gabungan yang bertugas. Lalu, ia menyapa langsung para pemudik yang sedang beristirahat.
Dengan santai, ia mengingatkan mereka untuk berhati-hati di jalan. "Kalau capek, istirahat," katanya kepada seorang pemudik sambil menyerahkan bingkisan.
Pesan penting lainnya juga ia sampaikan. Masyarakat diminta tidak beristirahat di bahu jalan tol karena risikonya sangat tinggi. Jika rest area penuh, petugas diinstruksikan untuk tetap melakukan pengamanan dan mitigasi di sekitarnya. Langkah kecil, tapi bisa menyelamatkan nyawa.
Peninjauan itu pun berakhir. Suasana rest area kembali seperti semula, dengan para pemudik sibuk mempersiapkan perjalanan. Namun pesan tentang keamanan dan pelayanan yang manusiawi, tampaknya, masih akan terus bergema sepanjang operasi mudik ini berlangsung.
Artikel Terkait
UPN Veteran Jatim dan Pesantren Digipreneur Al Yasmin Jajaki Sinergi Pendidikan dan Kewirausahaan Digital
Polsek dan Koramil Singingi Hilir Musnahkan 12 Unit Rakit PETI di Lahan Sawit Koperasi
Menteri AHY: Prioritas Bukan Soal Gender, Tapi Keselamatan Transportasi Publik
Presiden Prabowo Ziarah ke Makam Kakek Pendiri BNI di Banyumas