KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:15 WIB
KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok

Stasiun Senen, Sabtu sore, terasa berbeda. Kerumunan orang dengan koper dan bungkusan sudah mulai terlihat, pertanda arus mudik Lebaran sebentar lagi mencapai puncaknya. Menurut PT Kereta Api Indonesia (KAI), gelombang terbesar diperkirakan terjadi besok, Minggu 15 Maret 2026. Rencananya, sekitar 51 ribu penumpang akan meninggalkan Jakarta lewat dua stasiun utama: Gambir dan Pasar Senen.

Franoto, yang ditemui di lokasi, mengonfirmasi prediksi itu. Suasana di stasiun memang sudah ramai.

"Sekarang yang tertinggi ini berubah, besok tanggal 15 itu tanggal favorit ya, tanggal favorit tertinggi," ujarnya.

Data dari KAI Daop 1 menunjukkan, puluhan ribu tiket untuk keberangkatan besok sudah habis dipesan. Tujuannya masih didominasi kota-kota di Jawa Tengah dan Timur. Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang tetap jadi primadona. Tapi kota lain seperti Bandung, Kroya, Purwokerto, dan Jember juga tak ketinggalan.

Secara keseluruhan, animo masyarakat terbilang tinggi. Franoto menyebut lebih dari setengah kapasitas total sudah ludes.

"Total 638 ribu lebih ya tiket sudah dipesan oleh masyarakat atau okupansinya sekitar 55 persen dari total kapasitas 880 ribu yang tadi disediakan," jelasnya.

Nah, untuk menghadapi lonjakan penumpang ini, KAI sudah bersiap. Mereka tak mau kecolongan. Belasan perjalanan kereta tambahan pun dioperasikan khusus untuk periode Lebaran. Dari Stasiun Gambir ada 12 perjalanan tambahan, sementara dari Pasar Senen ditambah 7 perjalanan.

Langkah antisipasi ini diharapkan bisa membuat perjalanan mudik tahun ini lebih lancar. Meski ramai, setidaknya penumpang punya lebih banyak pilihan.

Jadi, buat yang berangkat besok, siap-siap dengan keramaian. Tapi tenang saja, KAI sudah menambah armadanya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar