Usianya sudah 40 tahun, tapi ambisi Cristiano Ronaldo untuk berlaga di Piala Dunia 2026 sama sekali tak pudar. Tantangannya kali ini, bagaimanapun, jauh lebih berat. Sang megabintang Al Nassr itu harus berjuang melawan waktu dan cedera serius di otot paha belakangnya, yang terjadi akhir Februari lalu.
Rupanya, kondisi cedera itu lebih parah dari perkiraan awal. Jorge Jesus, pelatih Al Nassr, terpaksa mengonfirmasi kabar buruk ini. Penanganannya pun tak bisa setengah-setengah.
Jadi, begitulah. Ronaldo pun terbang ke Madrid, bertekad menemukan cara tercepat untuk pulih.
Terapi Tekanan Udara di Madrid
Lewat unggahan Instagram-nya, publik bisa melihat metode pemulihan yang dijalaninya: pressotherapy. Terlihat Ronaldo mengenakan setelan khusus yang membungkus kakinya, terhubung ke sebuah mesin.
Alat itu bekerja dengan memompa udara secara ritmis, memberikan tekanan seperti pijatan yang mendalam. Tujuannya jelas: melancarkan sirkulasi, mengurangi bengkak, dan yang paling penting, memacu regenerasi otot yang cedera. Bagi atlet berusia 40 tahun seperti Ronaldo, terapi semacam ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Metabolisme tubuh yang tak lagi seperti dulu butuh bantuan teknologi mutakhir untuk bisa kembali ke kondisi puncak dalam waktu singkat.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Kuat Ditopang Konsumsi Domestik dan Utang Terkendali
Lebaran 2026: Lebih dari 638 Ribu Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sudah Terjual
Pemerintah Andalkan Perjanjian Dagang ART sebagai Fondasi Hadapi Investigasi AS
KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok