Lewat sebuah unggahan di media sosial, seorang diplomat senior PBB mengumumkan pengunduran dirinya. Alasannya cukup mencengangkan: dia mengklaim badan dunia itu sedang mempersiapkan skenario untuk menghadapi kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran. Pengumuman ini muncul di tengah perang yang masih berkecamuk.
Mohamad Safa, yang selama ini menjabat sebagai Perwakilan Utama Patriotic Vision (PVA) di PBB, menyampaikan keputusannya itu via platform X. Bersama pengumuman itu, dia juga membagikan surat yang membeberkan alasan lengkap di balik langkah drastisnya.
Patriotic Vision sendiri bukan organisasi sembarangan. Mereka punya status konsultatif khusus di Dewan Ekonomi dan Sosial PBB atau ECOSOC.
Dalam pernyataannya, Safa mengaku keputusannya matang dan penuh pertimbangan. Namun, ada satu hal yang mendorongnya: keyakinannya bahwa sejumlah pejabat tinggi PBB lebih melayani kepentingan lobi-lobi kuat, bukan mandat organisasi.
Begitu bunyi pernyataannya. Rupanya, ada hal lain yang lebih membuatnya tak tahan.
Artikel Terkait
Sisca Saras dan NecoMe Jepang Kolaborasi Perkenalkan Hipdut ke Pasar Global
Zulkifli Hasan Tegaskan Koalisi PAN-Gerindra adalah Koalisi Sepanjang Masa
Pemerintah Tetapkan WFH bagi ASN Setiap Hari Jumat
Kejagung Hadirkan 34 Saksi dan 8 Ahli untuk Buktikan Korupsi Satelit Kemhan Rp 306 Miliar