Pakistan Umumkan Draf Akhir Kesepakatan Damai AS-Iran Rampung, Sharif Sebut Perdamaian Belum Pernah Sedekat Ini

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:55 WIB
Pakistan Umumkan Draf Akhir Kesepakatan Damai AS-Iran Rampung, Sharif Sebut Perdamaian Belum Pernah Sedekat Ini

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa draf akhir kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran telah rampung dan disepakati kedua belah pihak. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosialnya, Sharif menilai bahwa upaya perdamaian antara Washington dan Teheran belum pernah mencapai titik sedekat ini sebelumnya.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa teks akhir kesepakatan damai yang telah disepakati telah tercapai dan Pakistan sekarang bekerja sama erat dengan kedua pihak untuk menyelesaikan langkah selanjutnya,” tulis Sharif di X, sebagaimana dikutip oleh AFP pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Dalam unggahan yang sama, Sharif turut menandai akun Presiden AS Donald Trump serta sejumlah pemimpin Iran dan negara lain yang terlibat. Pakistan sendiri telah berperan sebagai mediator antara kedua pihak selama beberapa bulan terakhir, menjembatani komunikasi di tengah ketegangan yang berkepanjangan.

“Perdamaian tidak pernah sedekat sekarang,” ujar Sharif dalam pernyataan terpisah, menekankan optimisme terhadap hasil negosiasi yang telah berlangsung alot.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menegaskan bahwa kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang di Timur Tengah belum pernah sedekat ini. Namun, pernyataan tersebut kontras dengan sikap Presiden Trump yang dengan marah menuduh Teheran bernegosiasi dengan itikad buruk. Ketegangan retoris ini menunjukkan bahwa meskipun draf kesepakatan telah disepakati, jalan menuju perdamaian masih diwarnai kecurigaan dan tantangan diplomatik.

“Di tengah upaya mediasi intensif yang sedang berlangsung oleh Pakistan, kami sepenuhnya menyadari kampanye disinformasi yang terus-menerus dilakukan oleh mereka yang ingin menyabotase kesepakatan damai,” tambah Sharif, mengisyaratkan adanya pihak-pihak yang berupaya menggagalkan proses perdamaian yang tengah dirintis.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar