Musik yang Tepat Bisa Jadi Teman Lari Terbaik, Begini Rekomendasinya

- Selasa, 20 Januari 2026 | 18:24 WIB
Musik yang Tepat Bisa Jadi Teman Lari Terbaik, Begini Rekomendasinya

Lari itu butuh fokus dan stamina ekstra, apalagi kalau jaraknya jauh kayak marathon. Jujur saja, aktivitas yang satu ini kadang terasa monoton banget, bikin jenuh di tengah jalan.

Nah, salah satu cara ampuh buat ngusir rasa bosan itu ya dengan musik. Coba deh putar lagu-lagu populer dari artis favoritmu. Menurut BBC, lirik dan melodi yang asyik bisa memicu rasa senang karena otak kita melepaskan dopamin dan serotonin. Jadi, mood langsung naik.

Banyak pelari yang menyesuaikan jenis lagu dengan jarak tempuhnya. Untuk lari jarak jauh, biasanya mereka pilih lagu dengan ritme stabil dan tempo santai. Tujuannya, biar stamina tetap terjaga dan nggak cepat habis. Di sisi lain, lagu cepat dan penuh energi lebih cocok buat lari jarak pendek, supaya adrenalin langsung terpompa.

Kalau kamu masih bingung mau pilih lagu apa, simak aja rekomendasi dari beberapa pelari berikut ini.

Playlist Andalan Para Pelari

Rizal Fadillah (28) punya selera musik yang berbeda untuk tiap jenis lari. Menurutnya, lagu untuk sprint dan marathon jelas nggak bisa disamakan.

“Kalau lari jarak pendek, aku lebih suka lagu-lagu upbeat kayak EDM atau pop energik, misalnya Calvin Harris atau Dua Lipa,” tuturnya.

Sedangkan untuk jarak jauh, ia cenderung memilih nada yang steady, seperti dari genre alternative atau indie pop. Coldplay dan OneRepublic jadi pilihannya. Beat yang konsisten dari lagu-lagu itu nggak bikin capek di kuping, katanya. Yang penting, bisa bantu dia tetap fokus tanpa terpancing buat ngebut terus-terusan.

Pendapat serupa datang dari Aurelia Santoso (25). Ia juga punya playlist berbeda untuk tiap kondisi.

“Jarak pendek aku pilih lagu-lagu pop-rap kayak Doja Cat atau Nicki Minaj biar semangat. Jarak jauh lebih ke R&B atau chill pop, kayak SZA dan Billie Eilish,” ujarnya.

Bagi Aurelia, musik jenis itu nggak bikin mikir berat. Alhasil, dia bisa tetap konsen pada ritme langkah dan pengaturan napas. Dari sekian banyak lagu, “I Don’t Care” dari Ed Sheeran dan Justin Bieber adalah penyelamat saat kondisi mulai drop. Vibes ringannya bisa bikin semangat kembali muncul.

Sementara itu, Dimas Prakoso (34) punya strategi yang lain lagi. Untuk lari jarak pendek, ia mengandalkan lagu rock atau electronic dengan tempo tinggi, sebut saja dari Imagine Dragons atau The Killers.

Sedangkan kalau mau lari jauh, ia lebih suka mendengarkan old pop atau soft rock ala U2, Coldplay, dan Fleetwood Mac. Lagu-lagu dengan nada stabil itu membantunya tetap aware dengan ritme tubuh, sehingga tenaga nggak cepat terkuras.

Yang menarik, Dimas bahkan punya playlist khusus untuk setiap fase dalam larinya.

“Kalau mulai lari biasanya aku putar ‘Viva La Vida’ karena bikin mood naik. Pas capek, aku ganti ‘Yellow’ supaya pace tetap santai dan nggak maksa,” ucapnya.

Jadi, ternyata memilih musik itu memang ada seninya sendiri. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi, maka lari pun jadi lebih menyenangkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar