Timnas Iran membawa 30 pemain ke Turki sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026, di tengah ketidakpastian penerbitan visa Amerika Serikat yang hingga kini belum juga keluar untuk seluruh anggota skuad. Pelatih Amir Ghalenoei memastikan bahwa tim yang dijuluki Team Melli itu akan menjalani pemusatan latihan di Antalya mulai Senin, 18 Mei 2026. Selain menggelar latihan dan pertandingan uji coba, rombongan juga akan menyelesaikan proses administrasi visa sebelum bertolak ke Amerika Serikat.
Antalya kembali dipilih sebagai basis persiapan setelah sebelumnya Iran menjalani agenda serupa pada Maret lalu. Di kota yang sama, mereka sempat menggelar sejumlah laga persahabatan. Dari total 30 pemain yang dibawa, hanya 26 nama yang nantinya bisa didaftarkan sesuai regulasi FIFA untuk tampil di putaran final Piala Dunia. Salah satu pemain paling dikenal dalam skuad kali ini adalah Mehdi Taremi, penyerang yang kini memperkuat Olympiacos.
Amir Ghalenoei mengaku menghadapi tantangan besar dalam menentukan komposisi skuad sementara. Pelatih berusia 62 tahun itu menyebut proses seleksi tersebut sebagai keputusan teknis paling sulit sepanjang karier kepelatihannya.
“Memilih 30 pemain untuk pemusatan latihan terakhir sebelum Piala Dunia merupakan keputusan teknis paling sulit dalam karier kepelatihan saya,” ujar Ghalenoei kepada situs resmi Federasi Sepak Bola Iran.
Ia menegaskan bahwa semua pemain dipilih murni berdasarkan pertimbangan teknis demi menjaga kualitas tim menuju turnamen empat tahunan tersebut.
Selama berada di Antalya, Iran berencana menjalani dua laga uji coba. Salah satu pertandingan telah dipastikan melawan Gambia pada 29 Mei 2026. Namun, fokus utama tim saat ini tidak hanya terbatas pada persiapan teknis. Federasi Sepak Bola Iran mengonfirmasi bahwa visa Amerika Serikat untuk pemain dan ofisial tim hingga kini belum diterbitkan.
“Belum ada visa yang diterbitkan,” kata Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, kepada media setempat.
Taj menjelaskan bahwa para pemain kemungkinan harus menjalani proses sidik jari di Turki sebagai bagian dari pengurusan visa. Federasi Iran juga berupaya menghindari perjalanan jauh lebih dari 450 kilometer dari Antalya menuju Ankara demi mempercepat proses administrasi. Situasi ini tidak lepas dari hubungan diplomatik Iran dan Amerika Serikat yang telah terputus sejak 1980. Ketegangan politik membuat Iran meminta jaminan keamanan dan kemudahan administrasi kepada FIFA.
Mehdi Taj dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membahas kepastian keamanan serta akses masuk delegasi Iran selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Setelah tiba di Amerika Serikat nanti, Iran akan bermarkas di Tucson, Arizona. Tim tersebut tergabung dalam Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Iran akan memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026, sebelum bertemu Belgia dan Mesir pada laga-laga berikutnya.
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Solo, dari Paskibra hingga Voli Pantai
Presiden Prabowo Bercanda soal WNA di Acara Panen Raya Jagung Tuban: Jangan Diterjemahkan, Biar Dia Meraba-raba
Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jak-Tim Bubarkan Balap Liar, Amankan Lima Pemuda di Jalan Pemuda
Fosil Dinosaurus Raksasa Nagatitan Ditemukan di Thailand, Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara