Presiden Prabowo Bercanda soal WNA di Acara Panen Raya Jagung Tuban: Jangan Diterjemahkan, Biar Dia Meraba-raba

- Minggu, 17 Mei 2026 | 10:30 WIB
Presiden Prabowo Bercanda soal WNA di Acara Panen Raya Jagung Tuban: Jangan Diterjemahkan, Biar Dia Meraba-raba

Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan yang mengundang tawa para hadirin saat menyadari kehadiran warga negara asing dalam acara Panen Raya Jagung dan Peluncuran 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Momen tersebut terjadi ketika Kepala Negara memberikan sambutan di hadapan ribuan petani dan aparat kepolisian yang hadir di lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo secara spontan bereaksi saat mengetahui ada WNA yang turut hadir. Ia pun berkelakar agar stafnya tidak menerjemahkan bagian tertentu dari pidatonya. "Mereka tahu juga nanti kita punya rahasia-rahasia itu. Tapi dia enggak bisa bahasa Indonesia. Belum bisa ya? Enggak apa-apa. Jangan diterjemahkan ya. Biar dia meraba-raba aja tuh," ujar Presiden disambut gelak tawa para undangan.

Presiden melanjutkan guyonannya dengan membayangkan bagaimana WNA tersebut akan kebingungan mendengar istilah-istilah lokal yang disebutkan dalam pidato. "Dia berharap dia ngerti. Nanti dia catat-catat: briket, arang. Arang. Apa itu arang? Nanti dia buka ChatGPT," kelakar Prabowo yang kembali memicu tawa hadirin. Ia kemudian menambahkan, "Waduh, aku keliru juga undang mereka. Dia tahu nanti temuan-temuan kita. Ya wis, enggak apa-apa, demi kemanusiaan kau boleh nyontek dari Indonesia."

Sementara itu, acara panen raya jagung tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Kehadiran Presiden Prabowo di Tuban sekaligus menjadi simbol dukungan terhadap upaya Polri dalam mendukung swasembada pangan melalui program SPPG. Di tengah suasana resmi, candaan Presiden justru mencairkan suasana dan menunjukkan sisi humoris seorang kepala negara di hadapan rakyatnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar