Sudirman Said: Modal Sosial Jusuf Kalla Jadi Tameng Hadapi Disinformasi

- Minggu, 17 Mei 2026 | 02:45 WIB
Sudirman Said: Modal Sosial Jusuf Kalla Jadi Tameng Hadapi Disinformasi

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti perayaan ulang tahun ke-84 Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di kediamannya di Jakarta. Di tengah acara tasyakuran yang berlangsung sederhana tersebut, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, turut hadir dan menyampaikan apresiasi mendalam terhadap sosok yang dikenal luas sebagai juru damai itu.

“Tentu semuanya mendoakan Pak JK sehat. Saya sangat kagum pada modal sosial beliau yang dipupuk bertahun-tahun sejak masa muda sampai hari ini,” ungkap Sudirman di lokasi acara, Jumat, 16 Mei 2026. Ia menilai, dedikasi JK sebagai aktivis kemanusiaan dan mediator berbagai konflik telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan bagi bangsa. Menurutnya, hampir seluruh kelompok masyarakat pernah merasakan langsung kepedulian yang tulus dari tokoh asal Sulawesi Selatan itu.

Namun, kekaguman Sudirman tidak hanya berhenti pada aspek sosial. Ia menekankan bahwa pemikiran-pemikiran JK dinilai masih sangat relevan dan dibutuhkan untuk menuntun arah bangsa di tengah dinamika politik yang kompleks. “Saya memberikan doa supaya Pak JK terus berkiprah, terus menyampaikan pikiran-pikirannya, dan menjaga supaya jalannya bangsa ini tetap ada dalam relnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Sudirman juga menyoroti besarnya jejak positif JK yang menjadi tameng ketika sentimen disinformasi sempat menyerang tokoh senior tersebut belakangan ini. Ia menyebut, masyarakat secara spontan bergerak membela karena mengetahui betul karakter asli JK. “Terlalu banyak orang yang dalam sejarah hidupnya menjadi saksi bahwa Pak JK tidak seperti yang disampaikan oleh mereka. Kita syukuri keadaan sudah mereda, akhirnya kebenaran akan terus menang,” tutupnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar