Prabowo Yakin Fundamental Ekonomi Tetap Kuat di Tengah Rupiah Tembus Rp 17.600 per Dolar AS

- Minggu, 17 Mei 2026 | 02:30 WIB
Prabowo Yakin Fundamental Ekonomi Tetap Kuat di Tengah Rupiah Tembus Rp 17.600 per Dolar AS

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan itu disampaikan untuk meredakan kekhawatiran publik yang mulai merasakan dampak fluktuasi mata uang global terhadap stabilitas ekonomi nasional.

"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," ujar Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Pada kesempatan itu, Presiden mengajak masyarakat untuk tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan rupiah yang pada Jumat (15/5) tercatat berada di level Rp 17.600 per dolar AS. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat dikelola, selama seluruh elemen bangsa tetap percaya pada kekuatan domestik.

Dalam pidatonya, Prabowo sempat menyelipkan candaan yang mencairkan suasana. Ia menyebut sejumlah pejabat negara saat membahas fenomena penguatan dolar dan pelemahan rupiah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah khawatir," ucap Presiden.

"Mau dolar berapa ribu pun, kalian di desa tidak pakai dolar. Yang pusing itu yang suka ke luar negeri," lanjut Prabowo yang disambut gelak tawa para hadirin.

Presiden kemudian kembali melontarkan candaan dengan memanggil sejumlah pejabat lain, di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. Ia juga menyebut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.

"Ah, Anin, kamu yang pusing boleh. Kamu ketua pengusaha, Kadin," kata Prabowo.

Di tengah canda dan optimisme, Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki mental sebagai bangsa yang kuat dan pemenang. Ia mengingatkan bahwa tantangan global bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan momentum untuk membuktikan ketangguhan ekonomi nasional.

"Kita harus hilangkan sikap bahwa kita bangsa yang lemah, bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang, dan kita akan menang, kita akan kuat. Kita akan bangkit saudara-saudara!" ujar Presiden Prabowo.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar