50 Lampu Jalan di Rawamangun Padam Akibat Pencurian Panel Listrik, Pemkot Jakarta Timur Pastikan Kembali Berfungsi

- Minggu, 17 Mei 2026 | 11:05 WIB
50 Lampu Jalan di Rawamangun Padam Akibat Pencurian Panel Listrik, Pemkot Jakarta Timur Pastikan Kembali Berfungsi

Sebanyak 50 lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, mendadak padam setelah menjadi sasaran pencurian panel listrik. Pemerintah Kota Jakarta Timur memastikan bahwa seluruh lampu yang mengalami kerusakan akibat aksi tersebut telah diperbaiki dan kini kembali berfungsi normal.

Kepala Seksi Prasarana Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Yanuar Ikhsan, mengungkapkan bahwa perbaikan telah dilakukan sejak Jumat, 15 Mei. Langkah cepat ini diambil menyusul laporan mengenai padamnya puluhan titik lampu di kawasan tersebut akibat ulah pencuri yang menyasar panel listrik.

“Kami bergerak cepat melakukan perbaikan lampu PJU di Jalan Pemuda, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, sejak Jumat (15/5). Perbaikan dilakukan setelah puluhan lampu jalan di kawasan tersebut padam akibat aksi pencurian pada panel listrik,” kata Yanuar.

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 50 unit lampu PJU dengan daya 90 watt dan 120 watt mengalami gangguan dan tidak dapat berfungsi. Akibatnya, ruas Jalan Pemuda menjadi gelap gulita pada malam hari, situasi yang dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Yanuar menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penyisiran dan pengecekan di lokasi begitu menerima laporan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa penyebab padamnya lampu-lampu tersebut adalah aksi pencurian pada panel listrik yang menjadi pusat pengaturan operasional penerangan jalan.

“Dari hasil penyisiran di lapangan, tercatat ada 50 lampu PJU 90 watt dan 120 watt di Jalan Pemuda Rawamangun yang padam karena ada aksi pencurian pada panel listrik,” jelas Yanuar.

Proses perbaikan terus dilakukan oleh petugas agar seluruh lampu dapat kembali menyala dan berfungsi normal pada malam hari. Sementara menunggu penggantian perangkat yang rusak atau hilang, pengoperasian lampu untuk sementara dilakukan secara manual.

“Saat itu sementara, pengoperasian lampu dilakukan dengan sistem pengaturan manual sambil menunggu proses penggantian perangkat yang rusak atau hilang akibat pencurian,” ucap Yanuar.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengetahui identitas pelaku pencurian. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada dini hari atau di atas pukul 24.00, sehingga sulit terpantau oleh petugas maupun warga sekitar.

Menghadapi situasi ini, Yanuar mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga fasilitas umum agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, keberadaan penerangan jalan memiliki fungsi vital dalam menunjang keamanan, keselamatan, dan kenyamanan warga saat beraktivitas pada malam hari.

“Keberadaan dan kondisinya perlu dijaga bersama-sama. Ini harus dijaga bersama demi kenyamanan dan keamanan warga Jakarta dan sekitarnya,” ujar Yanuar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar