Polisi Gresik akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus penyebaran data nasabah yang heboh itu. Mereka adalah FE, sang komisaris, dan JK, yang bertanggung jawab di bagian teknologi informasinya.
Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengonfirmasi hal ini pada Jumat lalu.
"Sudah kita tetapkan sebagai tersangka dua orang. FE komisaris dan JK (tenaga) IT-nya," ujar Arya.
Menurut penyelidikan, FE yang sehari-hari berprofesi sebagai debt collector ini mendapatkan data-data sensitif nasabah dari sejumlah perusahaan finance. Tujuannya awalnya untuk penagihan utang. Namun, jalan ceritanya berbelok. Data berharga itu malah dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang jauh dari kata legal.
Di sisi lain, JK, si ahli IT, disebutkan membuat sebuah aplikasi khusus. Aplikasi bernama "Mata Elang" atau "Matel" itulah yang kemudian menjadi sarana penyebaran.
Artikel Terkait
Megawati dan Ramos Horta Duduk Berdampingan di Forum Persaudaraan Abu Dhabi
Pemerintah Targetkan 33 Lapas Baru, Tapi Dana Rp 2,3 Triliun Masih Mengambang
Gebrakan ETLE Mobile di Sumsel: 173 Pelanggaran Tertangkap di Hari Pertama Operasi
Firasat Pejabat PPK Terbukti: Proyek Chromebook Rp 2,1 Triliun Berujung di Meja Hijau