Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi kepada Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta, Jawa Tengah, atas sederet prestasi yang berhasil diraih oleh para siswanya. Penghargaan itu disampaikan langsung saat ia berdialog dengan para siswa usai menjalankan salat Isya di Musala SRMA 16 Surakarta, Sabtu (16/5/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul tampak akrab bercengkerama sambil meninjau perkembangan pendidikan dan kegiatan ekstrakurikuler para siswa.
Dalam dialog yang hangat itu, Menteri Sosial menanyakan beragam hal kepada para siswa, mulai dari fasilitas yang mereka terima, suka duka menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, hingga cita-cita dan latar belakang keluarga. Ia juga menanyakan pelajaran favorit mereka. Suasana sempat mencair ketika Gus Ipul bergurau dengan seorang siswa yang bercita-cita menjadi Menteri Kehutanan.
“Kenapa kok pengen jadi Menteri Kehutanan? Kenapa gak jadi Menteri Sosial aja? Kenapa?” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (17/5/2026).
Di balik suasana penuh canda, Gus Ipul tidak melupakan tugasnya untuk mengevaluasi kinerja tenaga pengajar di SRMA 17 Surakarta. Ia mengaku senang setelah mengetahui bahwa para siswa merasa puas dengan para guru yang dinilai sabar dan mudah dipahami dalam menyampaikan materi pembelajaran. Lebih dari itu, Gus Ipul juga merasa bangga karena berkat kegigihan para tenaga pendidik, SRMA 17 Surakarta mulai mampu mencetak siswa-siswi berprestasi.
Gus Ipul meyakini bahwa setiap siswa memiliki kelebihan masing-masing yang harus terus digali dan dipupuk. Ia pun berpesan agar para siswa tidak berpuas diri saat meraih keberhasilan dan tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan.
“Kalau sekarang belum bisa, jangan kecil hati. Yang sudah merasa bisa, belajar terus. Memang talent, bakat setiap anak itu beda-beda. Tapi setiap anak pasti punya keunggulan, pemberian dari Allah SWT,” ungkap Gus Ipul.
Sementara itu, Kepala SRMA 17 Surakarta, Sephtina Shinta, mengungkapkan rasa syukurnya. Meski sekolahnya belum genap satu tahun berdiri, antusiasme siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi dan kejuaraan sangat tinggi. Mulai dari kompetisi pasukan pengibar bendera, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), hingga perlombaan seni, semuanya berhasil menghasilkan raihan prestasi.
Sephtina menilai bahwa persaingan di tingkat Sekolah Menengah Atas di Kota Surakarta sangat ketat. Meskipun demikian, SRMA 17 tergolong kompetitif dalam menghadapi sejumlah persaingan tersebut.
“Di Kota Surakarta, alhamdulillah tiga siswa SRMA 17 Surakarta berhasil menjadi anggota Paskibra tingkat Kota Surakarta. Untuk POPDA, beberapa medali sudah kami raih. Yang pertama silat, itu medali perak. Kemudian voli pantai, itu juara tiga,” tutup Sephtina.
Artikel Terkait
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat