Pasar minyak sawit kembali bergerak usai jeda libur panjang. Harga CPO bergerak dalam kisaran yang sempit hari ini, Selasa, mencerminkan kehati-hatian para pelaku pasar. Di sisi lain, pergerakan harga minyak nabati lain justru beragam, sementara ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih jadi perhatian utama.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni di bursa Malaysia tercatat melemah tipis 0,63 persen, berada di level 4.582 ringgit per ton. Pergerakannya terbatas, hanya antara 4.565 hingga 4.597 ringgit hingga jeda siang tadi.
Seorang trader di Kuala Lumpur memberikan penjelasannya.
“Pasar sawit terjebak dalam kisaran sempit karena ada tarik-menarik. Harga palm olein di Dalian turun, sementara minyak kedelai Chicago malah menguat. Situasinya memang tidak satu arah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung faktor geopolitik yang bikin trader berpikir dua kali. Meski ada pernyataan dari mantan Presiden AS Donald Trump soal pembicaraan produktif dengan Iran, pihak Tehran sendiri membantahnya. Hal-hal seperti inilah yang membuat suasana pasar tetap waspada.
Artikel Terkait
Kemenhub Wajibkan Sopir Cadangan dan Aturan Istirahat Ketat untuk Antisipasi Kecelakaan Arus Balik
PT Merdeka Gold Ajukan IPO di Hong Kong di Tengah Peningkatan Produksi dan Kerugian Membengkak
Harga Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Turun Rp80.000 per Gram
Harga Jual Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Anjlok Rp80.000