Jakarta, 24 Maret 2026 – Arus balik Lebaran selalu jadi momen yang padat dan melelahkan. Nah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kali ini benar-benar menyoroti satu hal yang sering dianggap sepele: kelelahan sopir. Menurut mereka, ini adalah langkah kritis untuk mencegah kecelakaan di tengah hiruk-pikuk pemudaran.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tak main-main. Dia menegaskan, kelelahan pengemudi adalah biang keladi dari banyak insiden, apalagi saat mobilitas melonjak drastis. Memaksa sopir bekerja tanpa henti jelas bukan pilihan.
“Kami minta semua operator memastikan armadanya laik jalan dan patuh pada standar keselamatan. Perhatikan juga cuaca sepanjang rute. Yang utama, aturan soal jam kerja dan istirahat pengemudi harus ditaati. Jangan sampai kelelahan merusak konsentrasi dan membahayakan nyawa penumpang,” tegas Dudy, Selasa kemarin.
Dia pun merinci aturannya. Untuk perjalanan yang makan waktu lebih dari delapan jam, penyediaan sopir cadangan itu wajib hukumnya. Belum cukup sampai di situ. Pengemudi juga harus rehat setidaknya satu jam sebelum kembali menyetir, biar kondisi fisiknya benar-benar pulih.
Di sisi lain, imbauan juga ditujukan langsung ke para pengemudi di jalan. Kalau sudah capek, jangan dipaksakan. Manfaatkan saja rest area yang tersebar di sepanjang jalur. Istirahat sejenak itu penting banget buat menjaga fokus dan kewaspadaan di belakang kemudi.
Pemerintah sendiri tak cuma bicara. Pengawasan bakal diperketat, lewat ramp check dan inspeksi mendadak di berbagai titik. Tujuannya jelas: memastikan setiap kendaraan yang beroperasi benar-benar layak dan memenuhi semua standar keamanan.
Dengan komitmen pada aturan istirahat dan ketersediaan pengemudi cadangan, Kemenhub berharap angka kecelakaan selama arus balik bisa ditekan. Harapannya sih sederhana: perjalanan masyarakat bisa aman dan nyaman sampai tujuan.
Artikel Terkait
Saham BBCA Melonjak 5,56% dalam Sepekan, Buyback dan Dividen Kuartalan Jadi Penopang
PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp397,5 Miliar, Setara Rp53 per Saham
PT Ace Oldfields Tbk Pastikan Dividen Tunai Rp1,5 per Saham untuk Tahun Buku 2025
Bank Jatim Tebar Dividen Rp850 Miliar, Yield 9,36%