THR Lebaran Anak: Momen Tepat Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini

- Selasa, 24 Maret 2026 | 18:00 WIB
THR Lebaran Anak: Momen Tepat Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini

Bagi banyak keluarga di Indonesia, momen Lebaran selalu identik dengan keceriaan anak-anak menerima THR. Uang yang mereka dapatkan itu, sebenarnya, bukan cuma untuk beli mainan atau jajanan. Justru, ini bisa jadi pintu masuk yang pas buat orang tua untuk ngobrolin soal uang sama anak-anak. Daripada habis begitu aja, kenapa nggak kita ajak mereka belajar mengelola keuangan dengan cara yang sederhana?

Pendekatannya nggak perlu ribet. Yang penting, anak mulai paham soal menabung, berbagi, bahkan kalau bisa, investasi. Gimana caranya? Simak beberapa tips berikut ini.

1. Mulai dari Konsep Dasar

Anak umur empat tahun ke atas biasanya sudah bisa menangkap konsep uang, walau masih sederhana. Coba kenalkan empat hal: dapat uang dari mana, buat beli apa, cara menyisihkan, dan pentingnya berbagi. Jangan lupa, perlihatkan juga bentuk uang koin dan kertas yang berbeda-beda biar mereka familiar.

Proses ini butuh kesabaran. Jangan buru-buru. Biarkan mereka mencerna pelan-pelan.

2. Ajak Buka Tabungan

Nah, uang THR itu bisa jadi modal awal yang oke untuk bikin rekening tabungan atas nama si kecil. Dengan punya "celengan" modern sendiri, anak bakal lebih semangat menabung. Mereka juga belajar bahwa uang bisa disimpan untuk kebutuhan lain nanti, bukan cuma dihabiskan saat itu juga.

Pengalaman punya buku tabungan atau melihat saldo di aplikasi bank seringkali bikin anak merasa lebih dewasa dan bertanggung jawab.

3. Diskusi dan Libatkan Mereka

Coba ajak anak ngobrol. Tanya, "Duit THR-nya mau dipakai buat apa?" Biarkan mereka ikut memutuskan: berapa yang mau ditabung, berapa untuk jajan, dan berapa yang mau disedekahkan.

Saat belanja, serahkan uangnya ke mereka untuk membayar sendiri. Pengalaman langsung seperti ini sangat berharga. Anak akan merasakan sendiri konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil.

4. Ajarkan Arti Berbagi

Suasana Lebaran kan penuh dengan semangat berbagi. Momen ini tepat banget untuk mengenalkan anak pada zakat, infak, atau sedekah dengan bahasa yang mudah. Misalnya, ajak mereka menyiapkan parcel atau langsung datang ke panti asuhan untuk menyerahkan sebagian uang THR-nya.

Kebiasaan kecil ini, kalau dilakukan terus, bisa menumbuhkan empati dan kepedulian sosial dalam diri anak.

5. Pelan-pelan, Kenalkan Investasi

Kalau jumlah THR yang terkumpul lumayan, orang tua bisa mulai mengenalkan instrumen investasi yang aman dan sederhana. Misalnya, beli emas batangan kecil atau melalui program tabungan emas di bank.

Tapi ingat, orang tua harus paham dulu produk dan risikonya. Jangan asal ikut-ikutan. Pilih yang benar-benar sesuai untuk tujuan jangka panjang anak.

Pada intinya, mengelola uang THR anak itu lebih dari sekadar urusan menyimpan. Ini tentang membangun fondasi kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Dengan pendampingan kita, anak-anak bisa tumbuh jadi pribadi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam mengatur keuangannya sendiri.

(ANN)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar