Sultra Diguncang Lima Gempa Dangkal, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan

- Selasa, 24 Maret 2026 | 17:45 WIB
Sultra Diguncang Lima Gempa Dangkal, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan

Wilayah Sulawesi Tenggara diguncang serangkaian gempa bumi pada Selasa (24/3). Menurut catatan BMKG Kendari, setidaknya ada lima kali getaran tektonik yang terjadi, terutama di Kolaka Timur dan Kota Kendari.

Nasrol Adil, Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, menjelaskan rinciannya. Sebagian besar aktivitas terkonsentrasi di Kolaka Timur.

"Gempa pertama di Kolaka Timur berkekuatan magnitudo 1,4 terjadi pada pukul 01.00 WITA dengan kedalaman tujuh kilometer," jelasnya saat dihubungi dari Kendari.

Getaran itu berpusat delapan kilometer di selatan daerah tersebut. Namun begitu, itu bukan satu-satunya. Aktivitas ternyata berlanjut hingga pagi hari.

Dua gempa susulan tercatat lagi sekitar pukul tujuh pagi. Kekuatannya sedikit lebih besar, magnitudo 1,8 dan 2,0. Keduanya berpusat di lokasi yang berdekatan, sembilan kilometer barat daya Kolaka Timur, meski dengan kedalaman yang berbeda 17 kilometer dan dua kilometer.

Tak lama setelahnya, tepatnya pukul 07.14 WITA, gempa magnitudo 1,5 kembali mengguncang. Kali ini episentrumnya di 14 kilometer barat Kolaka Timur.

Di sisi lain, Kota Kendari juga merasakan guncangan. Sekitar pukul 09.32 WITA, gempa bermagnitudo 2,0 terdeteksi dengan koordinat 3,99 LS dan 122,64 BT.

Berdasarkan analisis BMKG, semua gempa ini masuk kategori dangkal. Kabar baiknya, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau dampak signifikan dari rangkaian getaran tersebut.

"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan," tambah Nasrol Adil.

Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Dia meminta warga tetap waspada, menghindari bangunan yang sudah terlihat retak, dan yang terpenting, tidak mudah menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas.

Kejadian ini mengingatkan kita bahwa wilayah Sultra memang aktif secara tektonik. Getaran-getaran kecil seperti ini mungkin saja terjadi lagi di kemudian hari.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar