Gerakan Dapur Indonesia Dapat Dukungan Komedian hingga Pejabat untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:30 WIB
Gerakan Dapur Indonesia Dapat Dukungan Komedian hingga Pejabat untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (Garuda), Nofalia Heikal Safar, bersama suaminya yang juga Ketua Dewan Pembina Garuda, Heikal Safar, menyambut antusias dukungan dari sejumlah komedian tanah air. Nama-nama seperti Bang Opie Kumis, Bang Azis Gagap, Bang Madid, Bang Mastur, Bang Yadi Sembako, Bang Caisar YKS, dan Bang Udin Ojol disebut sebagai bagian dari pihak yang memberikan sokongan terhadap gerakan tersebut.

Dukungan tidak hanya datang dari kalangan pelawak. Dalam sebuah konsolidasi yang digelar di kediamannya di Jakarta pada Jumat, 8 Mei lalu, Nofalia mengungkapkan bahwa Garuda juga mendapat dukungan dari sejumlah pejabat negara. Mereka antara lain Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Agama Nazaruddin Umar, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Kepala Staf Presiden Jenderal Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Presiden Muhammad Qodari, serta Kepala BPJPH Haikal Hassan.

Nofalia menjelaskan bahwa konsolidasi tersebut bertujuan untuk mengembangkan usaha Gerakan Dapur Indonesia secara nasional. Pengembangan ini, menurutnya, akan melibatkan seluruh pemilik dapur yang tergabung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dari sektor perhotelan, restoran, rumah makan, hingga rumah tangga.

"Kami berkomitmen bersama-sama seluruh pemilik dapur MBG untuk menyukseskan program ini agar menjadi ladang usaha masak memasak yang berkualitas dan mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat Indonesia," ujar Nofalia dalam pernyataannya.

Ia menambahkan, poin penting yang diusung oleh Gerakan Dapur Indonesia adalah memastikan seluruh pemilik dapur yang tergabung di dalamnya mendukung penuh program pemerintah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini, lanjutnya, bertujuan untuk mengatasi stunting, meningkatkan prestasi belajar, menggerakkan ekonomi lokal, dan memberdayakan UMKM.

Saat ini, Gerakan Dapur Indonesia telah memiliki beberapa titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), salah satunya berada di Jatiasih, Bekasi. Sebagai bagian dari upaya pengembangan, Nofalia bersama Heikal Safar juga telah melakukan studi banding ke Istanbul dan Ankara di Turki, serta ke sejumlah daerah di Tiongkok. Kunjungan kerja itu bertujuan untuk mempelajari inovasi dapur bergizi sekaligus mengekspor kuliner Indonesia ke luar negeri.

Nofalia kembali menegaskan komitmen Garuda untuk bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memastikan standar kualitas dan keamanan makanan di setiap dapur MBG. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program yang tengah dijalankan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar