Marcos Peringatkan Pemimpin ASEAN soal Dampak Jangka Panjang Konflik Global

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:45 WIB
Marcos Peringatkan Pemimpin ASEAN soal Dampak Jangka Panjang Konflik Global

Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. memberikan peringatan tegas kepada para pemimpin Asia Tenggara bahwa dampak konflik geopolitik dan gangguan ekonomi global yang masih berlangsung akan terus terasa selama bertahun-tahun, bahkan setelah ketegangan mereda. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang digelar di Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Marcos menekankan bahwa negara-negara ASEAN masih sangat rentan terhadap guncangan eksternal, khususnya gangguan yang memengaruhi rantai pasok minyak, perdagangan, dan pasar global. “Dan meskipun dampaknya mungkin berbeda di setiap negara ASEAN saat ini, tidak dapat disangkal bahwa gangguan ini akan berdampak terhadap masa depan,” ujarnya.

“Bahkan jika ketegangan mereda seiring waktu, kerusakan terhadap infrastruktur penting, sistem vital, dan kepercayaan secara umum akan terus dirasakan selama bertahun-tahun mendatang,” lanjut Marcos. Ia mencontohkan konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah sebagai salah satu sumber utama ketidakstabilan yang telah mengganggu jalur pasokan minyak dan memengaruhi harga global di luar kawasan Asia Tenggara.

“Efek domino dari gangguan pasokan minyak terhadap berbagai sektor di negara-negara kita telah memengaruhi cara kita menjalankan bisnis, bekerja, dan hidup,” tambahnya. Para pemimpin ASEAN sebelumnya telah berkumpul untuk sesi foto bersama sebelum melanjutkan pembahasan tertutup yang berfokus pada keamanan energi kawasan, stabilitas pangan, serta pelajaran dari krisis geopolitik terbaru.

Di sisi lain, Marcos mengingatkan bahwa ASEAN sebenarnya telah mengantisipasi banyak risiko melalui ASEAN Community Vision 2045. Dokumen tersebut mengidentifikasi gangguan rantai pasok, persoalan keamanan sumber daya, dan rivalitas kekuatan besar sebagai tantangan jangka panjang kawasan. Ia mendesak para pemimpin untuk melampaui respons krisis jangka pendek dan mulai fokus memperkuat institusi, meningkatkan koordinasi, serta menerapkan rencana aksi regional yang konkret.

“Krisis terbaru menjadi pengingat yang jelas mengenai betapa rentannya ekonomi kita terhadap perubahan mendadak dalam tatanan internasional dan, akibatnya, ekonomi global,” kata Marcos. “Beberapa minggu gangguan saja akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki, menguji bukan hanya pemerintah kita tetapi juga masyarakat kita,” sambungnya.

Di bawah keketuaan Filipina, ASEAN telah mengadopsi kerangka kerja “LEAD-SAIL-RISE” yang bertujuan memperkuat kerja sama politik-keamanan, integrasi ekonomi, dan pembangunan yang berpusat pada masyarakat di seluruh kawasan. Pembahasan dalam sesi retreat kali ini secara khusus menyoroti kemampuan ASEAN dalam mengelola gangguan pasokan minyak serta pelajaran berharga dari krisis geopolitik terbaru yang memengaruhi ekonomi global dan stabilitas kawasan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar